Kalender 2025

Hari Lahir Perpustakaan Nasional 17 Mei, Cek Sejarah hingga Tokoh Pentingnya

Secara kelembagaan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia didirikan pada tahun 1989 berdasarkan Keputusan Presiden nomor 11 tahun 1989.

Tayang:
Editor: Dhita Mutiasari
Jakarta Smart City
PERPUSTAKAAN NASIONAL - Gedung perpustakaan nasional RI jalan Medan Merdeka Selatan No. 11, Jakarta.  Setiap tahun pada tanggal 17 Mei, selain diperingati sebagai Hari Buku Nasional juga diperingati sebagai hari Hari Lahir Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Setiap tahun pada tanggal 17 Mei, selain diperingati sebagai Hari Buku Nasional juga diperingati sebagai hari Hari Lahir Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Meski memiliki latar belakang yang sama namun peringatannya terpisah.

Secara kelembagaan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia didirikan pada tahun 1989 berdasarkan Keputusan Presiden nomor 11 tahun 1989.

Dalam Pasal 19 Kepres 11/1989 tersebut dijelaskan bahwa Sampai dengan terbentuknya organisasi Perpustakaan Nasional secara rinci berdasarkan Keputusan Presiden ini, Pusat Pembinaan Perpustakaan, Perpustakaan Nasional dan Perpustakaan Wilayah di Ibukota Propinsi yang selama ini merupakan satuan organisasi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, terhitung sejak pelantikan Kepala Perpustakaan Nasional melaksanakan tugas dan fungsi Perpustakaan Nasional?. 

Hari Buku Nasional Setiap 17 Mei, Simak Tujuan dan Sejarah Peringatannya

Dengan demikian, Pasal 19 dapat ditafsirkan bahwa Perpustakaan Nasional RI merupakan gabungan ketiga lembaga tersebut.

Sedangkan Perpustakaan Nasional Departemen Pendidikan dan Kebudayaan itu sendiri, diresmikan pada tanggal 17 Mei 1980 berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0164/0/1980. Tanggal 17 Mei inilah yang kemudian dijadikan tanggal berdirinya Perpustakaan Nasional (HUT Perpustakaan Nasional).

Tanggal 17 Mei dipilih sebagai Hari Perpustakaan Nasional karena pada hari itu, di tahun 1980, Perpusnas RI didirikan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0164/0/1980 yang ditandatangani oleh Dr. Daoed Joesoef, Menteri Pendidikan saat itu. Ini merupakan langkah penting dalam upaya pemerintah untuk meningkatkan literasi dan pengetahuan di kalangan masyarakat Indonesia.

Sejarah Hari Perpustakaan Nasional

Peringatan Hari Perpustakaan Nasional tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan minat baca, tetapi juga untuk memperingati dan menghargai peran serta kontribusi perpustakaan sebagai lembaga yang menyimpan, merawat, dan menyediakan akses ke pengetahuan.

Ini adalah hari untuk merenungkan pentingnya literasi dan akses terhadap informasi yang berkualitas bagi semua lapisan masyarakat.

Pada masa itu, penjualan buku di Indonesia terbilang rendah, dengan hanya sekitar 18 ribu buku yang dicetak tiap tahunnya.

Angka ini jauh jika dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya seperti Jepang dan Cina.

Keprihatinan akan minimnya minat baca masyarakat dan rendahnya angka literasi mendorong pencetusan Hari Buku Nasional, yang diharapkan dapat meningkatkan minat baca dan penjualan buku di Indonesia.

Dengan demikian, Hari Perpustakaan Nasional menjadi momentum untuk mengingatkan kita semua tentang nilai penting literasi dan perpustakaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ini adalah hari untuk merayakan buku, pengetahuan, dan tentunya, perpustakaan yang menjadi jantungnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved