Panitia Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi Kabupaten Sanggau Tahun 2025 Gelar Rapat Perdana
Tema yang diusung adalah "Dayak bermartabat untuk berkelanjutan". Gawai akan dilaksanakan pada 7 sampai 9 Juli 2025 di Rumah Betang.
Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Panitia gawai adat dayak nosu minu podi XXI Kabupaten Sanggau tahun 2025 melaksanakan rapat persiapan pelaksanaan gawai. Rapat di laksanakan di Aula Kantor Bupati Sanggau, Kalimantan Barat, Kamis 8 Mei 2025 sore.
Tema yang diusung adalah "Dayak Bersahabat untuk Berkelanjutan". Gawai akan dilaksanakan pada 7 sampai 9 Juli 2025 di Rumah Betang Raya Dori' Mpulor Sanggau.
Rapat dipimpin Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena yang juga sebagai pembina pada panitia gawai dayak nosu minu podi XXI Kabupaten Sanggau, didampingi Sekretaris Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sanggau Urbanus, Ketua panitia, Willhelmus Djauharie, sekretaris panitia Konstantinus Tinus. Dan dihadiri jajaran panitia.
Pada kesempatan ini, Wabup Sanggau Susana Herpena berharap dengan dilaksanakannya gawai adat dayak nosu minu podi semakin memperkuat dan mengangkat nilai-nilai spiritual terutama dalam budaya dan adat dayak serta tentang keagamaan.
"Karena asal dari adat dan istiadat muncullah nilai-nilai rohani yang harus tercipta. Jadi harapan kita kedepannya gawai ini bisa mengangkat budaya-budaya Kabupaten Sanggau, maupun dalam makanan khas, tradisi, kebiasaan, ciri khas dalam nosu minu podi ini,"kata Susana Herpena.
Sehingga, lanjutnya menjadi sebuah nilai jual untuk Kabupaten Sanggau sampai ke tingkat nasional kedepannya.
"Jadi jangan sampai tradisi-tradisi Kabupaten Sanggau itu hilang akibat kemajuan dari perkembangan zaman, tapi adat dan budaya tetap kita pertahankan,"ujarnya.
Sementara itu, Ketua panitia gawai adat dayak nosu minu podi XXI Kabupaten Sanggau tahun 2025 Willhelmus Djauharie menyampaikan bahwa tema yang diangkat dalam gawai adat dayak ini adalah "Dayak bersahabat untuk berkelanjutan".
Baca juga: Asistensi Panen Raya Jagung di Sanggau, Wakapolda Kalbar Tekankan Sinergi dan Evaluasi Kinerja
"Maknanya sangat dalam, terutama untuk dayak bersahabat. Jadi dayak harus bersahabat dulu antar sub suku dayak yang beranekaragam di Kabupaten Sanggau, kemudian nanti akan bersahabat dengan suku-suku yang lain di Kabupaten Sanggau,"katanya.
Tentu konsep ini juga, harus disandingkan dengan visi dan misi Bupati dan Wabup Sanggau tahun 2025-2030 untuk berkelanjutan. "Berkelanjutan juga mengandung konsep yang sangat umum, terutama dalam kelestarian budaya kita. Sehingga kemajuan perkembangan pembangunan tidak akan menggores generasi-generasi penerus,"ujarnya.
Ia juga memohon dukungan dan doa dari semua pihak agar pelaksanaan gawai adat dayak nosu minu podi XXI Kabupaten Sanggau tahun 2025 ini berjalan dengan sukses dan lancar. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
PLN UIP KLB Raih Penghargaan Tribun Awards 2025 Atas Dukungan Air Bersih dan Sanitasi |
![]() |
---|
SMA Kristen Talenta Singkawang Jadi Simbol Ketulusan Guru Mengajar dan Semangat Anak Bangsa Belajar |
![]() |
---|
Tangaran Gelar Lomba Baca Rawi Lestarikan Seni Budaya Sambas |
![]() |
---|
Plt Kades Pasir Mempawah Hilir Ubah Lahan Tidur Jadi Ladang Jahe |
![]() |
---|
35 Anggota DPRD Kabupaten Mempawah Periode 2024–2029, Ini Daftarnya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.