Jadi Primadona, Ekspor Kelapa Kalbar Capai 330.000 Ton Pertahun

Heronimus menjelaskan bahwa peningkatan harga ini bukan disebabkan oleh kelangkaan pasokan, melainkan karena tingginya permintaan di pasar, khususnya

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
MENGUPAS KELAPA - Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalbar, Heronimus Hero saat berkunjung ke pekebun kelapa di Sambas. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Harga sejumlah komoditas perkebunan di Provinsi Kalimantan Barat saat ini tengah mengalami kenaikan yang signifikan. 

Kondisi ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalbar, Heronimus Hero, yang menyebut bahwa tren positif ini memberikan dampak ekonomi yang baik bagi para pekebun di wilayah tersebut.

"Hampir semua komoditas kebun sekarang harganya lagi bagus. Beberapa komoditas yang saat ini menunjukkan performa harga yang tinggi, antara lain kelapa, kopi, lada, kakao, pinang, karet, dan cengkeh," ujarnya Sabtu 3 Mei 2025.

Dari berbagai komoditas tersebut, kelapa menjadi salah satu primadona dengan lonjakan harga paling mencolok. 

Kadisbunnak Kalbar Heronimus Hero Sebut Harga Kelapa Sentuh Harga Tertinggi, Positif Bagi Pekebun

Heronimus menjelaskan bahwa peningkatan harga ini bukan disebabkan oleh kelangkaan pasokan, melainkan karena tingginya permintaan di pasar, khususnya untuk kebutuhan ekspor.

"Kelapa permintaan tinggi, makanya langsung ditampung kontainer untuk ekspor. Pada tahun 2024, ekspor kelapa dari Kalbar diperkirakan mencapai sekitar 330.000 ton dengan nilai devisa yang ditaksir sebesar Rp 1,7 triliun," ujarnya.

Lebih lanjut, Heronimus menjelaskan bahwa tanaman kelapa memiliki produktivitas yang cukup cepat. 

Dengan perawatan yang optimal, pohon kelapa sudah bisa mulai dipanen sejak usia tiga tahun.

Adapun lima kabupaten di Kalbar yang menjadi penyumbang utama produksi kelapa tertinggi yaitu Sambas, Mempawah, Kubu Raya, Ketapang, dan Bengkayang. 

Wilayah-wilayah ini dinilai memiliki potensi yang sangat besar dalam pengembangan kelapa sebagai komoditas unggulan. 

Kondisi ini dinilai membawa angin segar bagi sektor perkebunan Kalbar

Selain membantu meningkatkan pendapatan petani, geliat ekspor komoditas seperti kelapa juga memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian daerah melalui peningkatan devisa negara. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved