Buruh di Pontianak Tuntut Upah Layak pada Aksi 1 Mei

Ia juga menyoroti kebijakan pemerintah dalam menentukan batas garis kemiskinan yang dianggap tidak sesuai dengan realitas. 

Penulis: Peggy Dania | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Peggy Dania
PERINGATAN HARI BURUH -Yetno, Koordinator Aliansi menyampaikan bahwa saat ini rata-rata pengeluaran keluarga  jauh melebihi upah buruh yang berlaku pada aksi May Day 2025, Kamis 1 Mei 2025. Aksi ini tidak hanya memperingati Hari Buruh tetapi juga bentuk perlawanan terhadap sejumlah kebijakan nasional yang dianggap tidak pro rakyat. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dalam momentum peringatan Hari Buruh Internasional  Aliansi Kalbar Memanggil menggelar aksi damai untuk menyuarakan sejumlah tuntutan salah satunya terkait ketimpangan antara upah minimum dan kebutuhan hidup layak, Kamis 1 Mei 2025.

Yetno, Koordinator Aliansi menyampaikan bahwa saat ini rata-rata pengeluaran keluarga  jauh melebihi upah buruh yang berlaku. 

“Hari ini kebutuhan satu keluarga itu kan sekitar Rp4,5 juta an tapi upah buruh saat ini hanya sekitar Rp2,8 juta, itu kan berbalik tidak sesuai dengan kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Baca juga: Momentum Hari Buruh, Herman Hofi Soroti Minimnya Perlindungan Hukum dan Kesejahteraan Buruh

Ia juga menyoroti kebijakan pemerintah dalam menentukan batas garis kemiskinan yang dianggap tidak sesuai dengan realitas. 

“Pemerintah menyatakan bahwa rakyat miskin dinyatakan miskin dengan pendapat hasil yang di bawah Rp500 ribu, sedangkan orang yang sudah mendapatkan di atas Rp500 ribu tidak dikatakan miskin sedangkan kebutuhan 1 orang sehari bisa mungkin mencapai Rp100 ribu kalau sudah punya anak,” tambahnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved