Hari Buruh Jadi Momentum, PLN Akuisisi Captive Power untuk Dorong Industri yang Lebih Berkelanjutan
Melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sanggau, PLN kini resmi memasok pasokan listrik ke fasilitas industri PT Permata Hijau Sarana.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional, PT PLN (Persero) kembali menunjukkan komitmennya untuk memajukan sektor industri Indonesia dengan menghadirkan energi yang efisien dan berkelanjutan.
Salah satu langkah strategis PLN kali ini adalah melalui akuisisi sistem kelistrikan mandiri (captive power) milik PT Permata Hijau Sarana yang berlokasi di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.
Melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sanggau, PLN kini resmi memasok pasokan listrik ke fasilitas industri PT Permata Hijau Sarana.
Peralihan ini bukan sekadar perubahan sistem kelistrikan, tetapi juga sebuah langkah besar dalam mendorong elektrifikasi sektor industri, mengurangi ketergantungan pada sumber energi internal, serta menciptakan efisiensi yang berdampak langsung pada produktivitas dan kesejahteraan tenaga kerja.
Seremoni peresmian pengoperasian listrik PLN berlangsung di lokasi pabrik PT Permata Hijau Sarana, yang dihadiri oleh General Manager perusahaan, Masoni, dan Manager PLN UP3 Sanggau, Hendy Gita Wedhatama.
Baca juga: Kerja Nyata di Hari Buruh, PLN Rawat Jaringan Listrik di Desa Sepuk Laut
Dalam kesempatan ini, Masoni mengungkapkan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi yang terjalin antara PLN dan PT Permata Hijau Sarana.
"Kami menyambut baik integrasi ini. Dengan dukungan listrik dari PLN yang andal, operasional kami menjadi lebih efisien dan stabil. Hal ini membuka peluang besar bagi kami untuk fokus pada pengembangan usaha serta peningkatan kesejahteraan tenaga kerja kami," ujar Masoni.
Manager PLN UP3 Sanggau, Hendy Gita Wedhatama, menekankan bahwa langkah ini adalah bagian dari strategi besar PLN untuk mengakselerasi elektrifikasi sektor industri sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat.
"Momentum Hari Buruh adalah pengingat bahwa listrik bukan sekadar sumber energi, tetapi penggerak produktivitas. Efisiensi yang kami ciptakan akan mempercepat pertumbuhan industri sekaligus mendukung kesejahteraan pekerja," jelas Hendy.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat, Joice Lanny Wantania, juga memberikan apresiasi tinggi terhadap sinergi antara PLN dan sektor industri.
"Kemitraan ini menunjukkan komitmen PLN untuk tidak hanya menjadi penyedia listrik, tetapi juga mitra strategis dalam menciptakan ekosistem industri yang efisien dan berkelanjutan. Energi yang andal mendukung dunia usaha yang kompetitif dan meningkatkan kualitas hidup pekerja," tegas Joice.
Dengan kolaborasi ini, PLN menegaskan peranannya dalam menciptakan ekosistem industri yang tidak hanya produktif tetapi juga berkelanjutan.
Hari Buruh menjadi lebih dari sekadar simbol peringatan namun menjadi momentum untuk memperkuat peran energi dalam membangun masa depan yang lebih baik bagi dunia usaha dan para pekerja Indonesia. (*)
PLN Sambungkan 2,7 MVA untuk PT ATP Bio Indonesia, Dorong Industri Hijau di Kalbar |
![]() |
---|
INTIP Tarif Resmi Listrik PLN Terbaru 1 September 2025 Berlaku untuk Semua Golongan Pelanggan |
![]() |
---|
PLN UP3 Singkawang Perkuat Sinergi dengan Pemkab Sambas Dukung Program Strategis Nasional |
![]() |
---|
Mustahik Care Day, Jurus Jitu YBM UIP KLB Melayani Umat di Kalbar |
![]() |
---|
GM UIP KLB Tinjau Pembangunan SUTT 150 kV Tayan–Sandai, Utamakan Aspek K3 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.