Zulkarnain: Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Anak dan Pembuangan Bayi Harus Diberi Efek Jera
Ia juga menyoroti kasus pembuangan bayi yang kerap tidak disikapi serius. Menurutnya, jika tidak ada tindakan tegas, kebiasaan membuang bayi bisa teru
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengamat Kebijakan Publik, Zulkarnain mengatakan maraknya kasus kekerasan terhadap anak dan pembuangan bayi mendapat perhatian serius dari pemerintah. Ia menilai perlu adanya penanganan tegas dan komprehensif untuk melindungi masa depan bangsa.
"Anak-anak adalah masa depan Indonesia. Oleh karena itu, penanganan terhadap kekerasan seksual maupun kasus pembuangan bayi harus dilakukan dengan keberlanjutan dan konsistensi yang nyata," ujar Zulkarnain dalam pernyataan tertulisnya, Selasa 29 April 2025.
Zulkarnain menekankan bahwa penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan seksual terhadap anak harus tegas dan memberikan efek jera. Selain hukuman berat, ia mengusulkan adanya pengumuman identitas pelaku kepada publik sebagai bentuk peringatan sosial.
"Khusus di Kalimantan Barat, masih jarang kita temui hukuman tegas yang menjadi contoh nyata. Akibatnya, kesadaran publik untuk melindungi anak belum sepenuhnya terbentuk," tambahnya.
• Launching Sosialisasi PAUD Pra-Sekolah Dasar, Wali Kota Pontianak: Wajib Belajar 13 Tahun
Ia juga menyoroti kasus pembuangan bayi yang kerap tidak disikapi serius. Menurutnya, jika tidak ada tindakan tegas, kebiasaan membuang bayi bisa terus terjadi saat individu menghadapi masalah.
Lebih lanjut, Zulkarnain menilai pencegahan yang komprehensif menjadi kunci penting. Ia mendorong agar pendidikan tentang seksualitas diberikan sejak dini, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun dalam pergaulan sosial.
"Orang tua punya peran penting. Kekhawatiran mereka terhadap pergaulan bebas anak-anak harus diimbangi dengan pendidikan seks yang tepat untuk mencegah kekerasan seksual," tegasnya.
Ia juga mendorong lembaga negara seperti Komisi Perlindungan Anak untuk lebih aktif mengambil langkah praktis dalam menangani kasus-kasus ini. Menurutnya, pemerintah, orang tua, dan masyarakat harus bersinergi untuk mencegah kekerasan terhadap anak sebelum kasus besar terjadi.
"Karena ini menyangkut masa depan bangsa, khususnya Kalimantan Barat, maka penanganan terhadap kekerasan anak harus menjadi perhatian serius. Jika tidak, kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan bisa terdampak buruk," pungkasnya. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
Firman Mulyana: Donor Darah Sebagai Tradisi Kebaikan |
![]() |
---|
Perluas Jaringan Nasional, JAECOO Resmi Hadirkan Diler City Store di Pontianak |
![]() |
---|
Kejaksaan Negeri Sambas Musnahkan Barang Bukti 39 Perkara Inkrah |
![]() |
---|
Polres Sekadau Tekankan Peran Binmas dalam Peringatan Hari Anak Nasional 2025 |
![]() |
---|
Penutupan Hotel Dangau Singkawang Bukan Karena Masalah, Tapi Sudah Dijual |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.