Kalender 2025

Tanggal 21 April 2025 Hari Apa? Berikut Sejarah Singkat Hari Kartini

Kartini merupakan anak perempuan dari seorang patih yang kemudian diangkat menjadi bupati Jepara, Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat

Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA/WIKIMEDIA COMMONS/GPL FDL via TRIBUNNEWS.COM
HARI KARTINI - Foto Raden Ajeng Kartini atau R.A. Kartini. Raden Ajeng Kartini atau R.A. Kartini adalah pahlawan nasional yang memperjuangan emansipasi perempuan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Terdapat sederet hari besar nasional dan internasional selama bulan April 2025 yang penting untuk diketahui.

Diantara hari besar nasional untuk Senin 21 April 2025 merupakan hari Kartini

Raden Ajeng Kartini atau R.A. Kartini adalah pahlawan nasional yang memperjuangan emansipasi perempuan.

Hari Apa 19 April 2025? Sejarah Singkat Hari Pertahanan Sipil

Berikut biografi singkat R.A. Kartini yang dikutip dari ppmkp.bppsdmp.pertanian.go.id:

Kartini merupakan anak perempuan dari seorang patih yang kemudian diangkat menjadi bupati Jepara, Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat.

Ibu dari Kartini yaitu M.A. Ngasirah merupakan istri pertama dari Sosroningrat yang bekerja sebagai guru agama di salah satu sekolah di Telukawur, Jepara.

Silsilah keluarga Kartini dari ayahnya, dapat ditelusuri terus hingga Sultan Hamengkubuwono IV.

Kemudian garis keturunan Sosroningrat sendiri juga dapat terus ditelusuri hingga pada masa Kerajaan Majapahit.

Awalnya, Ayah Kartini hanyalah seorang wedana (sekarang pembantu Bupati) di Mayong.

Pada masa itu, pihak kolonial Belanda mewajibkan siapapun yang menjadi bupati harus memiliki bangsawan sebagai istrinya.

Namun karena M.A. Ngasirah bukanlah seorang bangsawan, ayahnya kemudian menikah lagi dengan Radeng Adjeng Moerjam.

Radeng Adjeng Moerjam merupakan wanita yang memiliki keturunan langsung dari Raja Madura. Pernikahan tersebut juga langsung mengangkat kedudukan ayah Kartini menjadi bupati, menggantikan ayah dari R.A. Moerjam, yaitu Tjitrowikromo.

Sejarah Perjuangan R.A. Kartini

Saat R.A. Kartini berumur 12 tahun, ia dilarang melanjutkan studinya setelah sebelumnya bersekolah di Europese Lagere School (ELS) di mana ia juga belajar bahasa Belanda.

Larangan tersebut muncul dari ayahnya sendiri.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved