DPMPTSP Kapuas Hulu Serahkan Buku Pengembangan Biodiesel Berbasis Bahan Baku Lokal

Dimana jelas Didik, dokumen ini merupakan hasil kerja sama antara DPMPTSP Kabupaten Kapuas Hulu dengan Yayasan Madani. 

Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
SERAHKAN BUKU - Kepala DPMPTSP Kabupaten Kapuas Hulu, Didik Widiyanto, saat menyerahkan buku peluang investasi, dengan tema pengembangan biodiesel skala kecil berbasis komunitas, ke Bupati dan Wakil Bupati Kapuas Hulu, belum lama ini. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, telah menyerahkan buku peluang investasi, dengan tema pengembangan biodiesel skala kecil berbasis komunitas, ke Bupati dan Wakil Bupati Kapuas Hulu.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Kapuas Hulu, Didik Widiyanto menyampaikan bahwa, dalam buku tersebut isinya adalah menjelaskan tentang pembangunan industri pengolahan biodiesel berbasis bahan baku lokal.

"Jadi pembangunan industri pengolahan biodiesel berbasis bahan baku lokal, seperti biji karet, biji jarak pagar, dan biji nyamplung," ujarnya kepada wartawan, Senin 14 April 2025.

Dimana jelas Didik, dokumen ini merupakan hasil kerja sama antara DPMPTSP Kabupaten Kapuas Hulu dengan Yayasan Madani. 

"Dimana saat ini status Kabupaten Kapuas Hulu, sebagai kabupaten Konservasi merupakan sebuah posisi yang tidak mudah," ucapnya.

Bupati Kapuas Hulu Minta TP PKK, TP Posyandu, Dekranasda dan Pokja Bunda Paud Maksimalkan Potensi

Maka dari itu kata Didik, pihaknya harus membuat model pengembangan ekonomi daerah yang berkelanjutan, yang sejalan dengan semangat konservasi.

"Sebuah tantangan besar, terutama ditengah model ekonomi hari ini yang cenderung ekstraktif, dan berseberangan dengan semangat konservasi," ujarnya.

Didik juga menjelaskan, Kapuas Hulu masih kesulitan untuk mendapatkan sumber daya energi secara konsisten. Oleh karena itu, perlu adanya dorongan dalam menghadapi tantangan yang besar untuk melakukan transisi energi yang berkeadilan dari energi fosil menuju energi bersih.

"Kami memahami tantangan tersebut dan melihat peluang besar dalam pengembangan Biodiesel skala kecil berbasis masyarakat dari bahan baku lokal seperti biji karet, jarak pagar dan nyamplung, yang bisa menghasilkan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan," ucapnya.

Menurutnya, dengan demikian Inisiatif ini bukan hanya sekedar proyek energi, potensi ini merupakan salah satu upaya transformatif yang menggabungkan pemberdayaan ekonomi lokal, pelestarian lingkungan dan inovasi teknologi. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved