Lebaran 2025

Khutbah Jumat Bulan Syawal 2025 Pertama setelah Lebaran Idul Fitri 1446 H, Pesan Menyentuh Hati

Sobat Tribun Pontianak mencari contoh naskah dan materi Khutbah Jumat Bulan Syawal 2025 ? Ada beberapa materi dan conton naskah yang bisa Sobat Tribun

Penulis: Ishak | Editor: Ishak
Generated by AI
IDUL FITRI 2025 - Foto ilustrasi hasil olah kecerdasan buatan (AI) Kamis 27 Maret 2025, memperlihatkan suasana jemaah yang sedang mendengarkan khutbah.Inilah satu di antara contoh materi Khutbah Jumat Bulan Syawal 2025 Pertama setelah Lebaran Idul Fitri 1446 H pada Jumat 5 April 2025 Besok! 

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (Al-Ḥasyr :18)

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Semangat untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah sebenarnya sudah tergambar dari makna kata Syawal yang merupakan bulan setelah Ramadhan sekaligus waktu perayaan Hari Raya Idul Fitri.

Baca juga: Khutbah Jumat Akhir Ramadhan 1446 H jelang Lebaran Idul Fitri 2025 M dengan Pesan Menyentuh Hati

Dari segi bahasa, kata “Syawal” (شَوَّالُ) berasal dari kata “Syala” (شَالَ) yang memiliki arti “irtafaá” (اِرْتَفَعَ) yakni meningkatkan.

Makna ini seharusnya menjadi inspirasi kita untuk tetap mempertahankan grafik kualitas dan kuantitas ibadah pasca-Ramadhan.

Dalam mempertahankannya, perlu upaya serius di antaranya adalah dengan melakukan 3 M yakni Muhasabah, Mujahadah, dan Muraqabah.

Muhasabah adalah melakukan introspeksi diri terhadap proses perjalanan ibadah di bulan Ramadhan.

Muhasabah ini bisa dilakukan dengan mengajukan pertanyaan kepada diri kita sendiri tentang: Apa yang telah kita lakukan di bulan Ramadhan?

Apakah kita sudah memiliki niat yang benar dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan?

Apa yang menjadikan kita semangat beribadah di bulan Ramadhan? Pernahkan kita melanggar kewajiban-kewajiban di bulan Ramadhan?.

Dan tentunya pertanyaan-pertanyaan introspektif lainnya untuk mengevaluasi ibadah kita selama ini.

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini akan memotivasi kita untuk semangat dan memperbaiki diri sehingga akan berdampak kepada kualitas dan kuantitas ibadah pasca-Ramadhan.

Terkait pentingnya Muhasabah ini Rasulullah bersabda:

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved