Ogoh-ogoh Tampil Lagi Jelang Nyepi di Kubu Raya
Sementara itu, ia menambahkan untuk acara puncak yang disebut dengan Dharma Santi akan dilaksanakan pada tanggal 17 April 2025.
Persiapan seperti tari-tarian dan acara seremonial juga akan dilakukan untuk perayaan Hari Raya Nyepi 2025.
Sementara itu, pawai ogoh-ogoh akan dilaksanakan pada tanggal 28 Maret 2025 dan direncanakan akan dilepasakan oleh Bupati Kubu Raya.
"Untuk pawai ogoh-ogoh itu dilaksanakan pada tanggal 28 mulai pukul 14.00 WIB. Itu direncanakan akan dilepas oleh Bupati Kubu Raya, mudah-mudahan beliau tidak ada halangan," kata Ketua PHDI Kalbar.
Ketua PHDI Kalbar menjelaskan perayaan Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu sendiri memiliki arti intropeksi diri dan pada tanggal 29 Maret 2025 umat Hindu akan menjalankan Nyepi Sipeng.
Ia juga menambahkan bahwa Nyepi Sipeng wajib hukumnya bagi umat Hindu untuk melaksanakan empat kriteria yang disebut Tapa Brata diantaranya adalah Upawasa, Amati Geni, Amati Karya, Amati Lelanguan.
"Larangan atau pantangan yang harus diikuti pertama adalah Upawasa, tidak makan selama 24 jam dimulai dari jam 06.00 WIB tanggal 29 sampai jam 06.00 WIB keesokan harinya. Yang kedua disebut dengan Amati Geni, pengendalian hawa nafsu jadi kita tidak ingin berpesta makan-makan sehingga kita laksanakan dengan puasa. Kemudian Amati Karya, tidak bekerja secara fisik pada saat itu melainkan secara rohani spiritual tetap berjalan merenungkan diri dari situlah kita mengevaluasi diri kemudian apa yang telah kita perbuat dan apa yang akan kita perbuat. Kemudian yang keempat adalah Amati Lelanguan, tidak berfoya-foya, tidak boleh mabuk-mabukan pada saat itu," jelas Ida Shri Resi Dukuh Putra Bandem Kepakisan.
Ia juga menambahkan inti Tapa Brata Yoga Samadhi pada saat hari Nyepi itu adalah pengendalian diri, Mulat Sarira dimana intropeksi diri itu yang paling penting apa yang akan kita perbuat ke depannya supaya lebih bagus dalam rangka bermasyarakat dan bernegara. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
| Pesona Pulau Temajo: Permata Tropis Mempawah yang Menanti Tatapan Dunia |
|
|---|
| Lolos Hadangan Pertama, Moh Zaki Ubaidillah Siap Hadapi Atlet Hong Kong di Australia Open 2026 |
|
|---|
| Menyingkap Potensi Kecamatan Mandor: Warisan Sejarah di Kalimantan Barat |
|
|---|
| Profil Kecamatan Jongkat Kabupaten Mempawah yang Berbatasan Langsung dengan Ibu Kota Provinsi Kalbar |
|
|---|
| Kematian Massal Ikan Keramba di Mempawah Timur, Pembudidaya Rugi Miliaran Rupiah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/bandem-kepakisan_20180316_211521.jpg)