Profil Sri Puji Hastuti, Founder Kampung Bahasa

Puji lahir di Semitau lalu pindah ke Sintang pada 1989, Pontianak (1990), Darit Menyuke (1991) Sambas, mempawah, teluk pakedai dan ke Pontianak.

Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
KAMPUNG BAHASA - Sri Puji Hastuti pendiri Kampung Bahasa. Sebuah tempat belajar bahasa asing yang merupakan satu-satunya sekolah non formalatau lembaga kursus dengan konsep alam. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Kepedulian terhadap pendidikan dan masa depan anak-anak di daerah mendorong Sri Puji Hastuti untuk mendirikan Kampung Bahasa.

Sebuah tempat belajar bahasa asing yang merupakan satu-satunya sekolah non formalatau lembaga kursus dengan konsep alam.

Sebagai seorang perempuan aktif di berbagai organisasi, seperti Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (Bendahara Umum), Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Wakil Ketua 1), dan Pengurus Wilayah Muslimat Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat (Wakil Ketua 3).

Puji tak hanya berkontribusi dalam dunia organisasi, tetapi juga dalam bidang pendidikan dan sosial. "Awalnya kami hanya menyediakan bahasa inggris pada 2022, namun berkembang dan menyediakan bahasa mandarin, arab dan calistung," ujarnya pada Sabtu 1 Sabtu 2025. 

Bahasa kata Puji merupakan hal yang sangat penting di era globalisasi. "Setidaknya, generasi bangsa harus memiliki kemampuan berbahasa Inggris agar lebih siap menghadapi dunia. Mencerdaskan anak bangsa bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tugas kita bersama," pungkasnya.

Lahir di Semitau, Puji tumbuh dalam keluarga TNI yang sering berpindah tempat. Pengalaman hidup berpindah-pindah ini membentuk kepribadiannya yang tangguh dan peduli terhadap pendidikan anak-anak di berbagai daerah.

Puji lahir di Semitau lalu pindah ke Sintang pada 1989, Pontianak (1990), Darit Menyuke (1991) Sambas, mempawah, teluk pakedai dan kembali ke Pontianak pada 1993.

"Saya lebih suka ke sosial membantu banyak orang di Kampung Bahasa dari total 140 anak, ada 13 anak-anak yang les gratis baik anak yatim atau tidak mampu," ujarnya.

Kampung Bahasa: Berawal dari Pandemi, Kini Menjadi Harapan

Kampung Bahasa yang ia dirikan pada 10 Agustus 2021 bertepatan dengan hari pernikahannya. Awalnya, inisiatif ini lahir dari keprihatinan terhadap anak-anak yang tidak bisa belajar secara maksimal akibat pandemi Covid-19.

Baca juga: Changemaker Indonesia Jadi Kolaborator Program Reality-TV Asian K-POP Star

"Saat pandemi, anak-anak kehilangan kesempatan belajar secara formal. Saya melihat bahasa Inggris sebagai jendela dunia, namun kursus di Pontianak cukup mahal. Maka, saya bersama teman-teman mahasiswa yang memiliki kemampuan bahasa mendirikan Kampung Bahasa dengan konsep alam," jelas Puji.

Di Kampung Bahasa, anak-anak diajak belajar di ruang terbuka agar tetap mendapatkan sinar matahari, yang penting bagi kesehatan, terutama saat pandemi. Awalnya, hanya diajarkan bahasa Inggris, namun pada 2022, mulai berkembang dengan tambahan bahasa Mandarin, Arab, serta calistung (baca, tulis, hitung) untuk anak-anak usia dini.

"Kalau di Kota Pontianak les bahasa inggris itu mahal. Kemudian dimana banyak adek-adek mahasiswa yang punya kemampuan itu, akhirnya kita diskusi kita buka kampung bahasa. Konsepnya alam dimana anak-anak di masa pandemi juga bisa belajar karena tetap kena matahari saat belajar karena konsep outdoor," ujarnya.

Dengan dedikasi dan semangatnya, Sri Puji Hastuti terus berupaya memberikan akses pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak di daerahnya, membuktikan bahwa kepedulian dan aksi nyata dapat membawa perubahan besar bagi masa depan generasi muda.

People

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved