Ragam Contoh
Contoh Susunan Acara Sunatan atau Khitanan Beserta Doa Walimatul Khitan Lengkap
Dalam pelaksanaannya, susunan acara syukuran khitanan umumnya memiliki kesamaan dengan walimatul ‘ursy dalam pernikahan.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Khitan atau sunatan sering kali dilaksanakan dengan menggelar acara syukuran sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah.
Acara syukuran ini biasanya dilakukan dengan mengundang keluarga, kerabat, serta tetangga sekitar untuk berkumpul pada waktu yang telah ditentukan.
Selain sebagai ungkapan syukur, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi dan doa bersama agar anak yang dikhitan mendapatkan berkah serta tumbuh menjadi pribadi yang saleh.
Dalam pelaksanaannya, susunan acara syukuran khitanan umumnya memiliki kesamaan dengan walimatul ‘ursy dalam pernikahan.
Salah satu bagian penting dalam acara ini adalah adanya sambutan dari shohibul hajat (tuan rumah) atau perwakilannya, yang menyampaikan ucapan terima kasih dan doa untuk tamu yang hadir.
Agar acara berlangsung lebih tertata, berikut ini adalah contoh susunan acara sunatan atau khitanan, lengkap dengan bacaan doa yang dapat dibacakan selama acara berlangsung. Semoga acara berjalan lancar dan penuh keberkahan.
• CONTOH Teks Moderator Saat Presentasi, Apa Saja Tugas Moderator?
1. Pembukaan: Ucapan Syukur dan Terima Kasih
Sesi pertama, dipimpin oleh pembawa acara (MC), dimulai dengan ucapan syukur kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada hadirin yang telah menyempatkan diri dalam acara khitanan.
2. Pembacaan Ayat-ayat Suci Al-Quran: Penenang dan Keselamatan
Pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran dilakukan untuk menjaga kelancaran acara dan memberikan ketenangan serta keselamatan dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Biasanya, seorang qari/qariah atau orang yang menguasai isi Al-Quran melantunkan ayat-ayat suci.
3. Sambutan Wali Yang Berkhitan: Harapan dan Syukur
Wali yang berkhitan, sering kali orang tua, memberikan sambutan.
Dalam sambutannya, mereka menyampaikan harapan untuk masa depan anak yang berkhitan, seringkali diwakili oleh ayah, sambil mengucapkan syukur kepada Allah SWT.
4. Penyampaian Tausiah: Inti Acara
Sesi ini diisi oleh ulama atau ustaz yang dipercaya untuk memberikan tausiah mengenai khitan.
Isinya mencakup prosesi khitanan sejak zaman Nabi, perintah khitan dari Allah SWT, manfaatnya, dan harapan untuk anak yang menjalani khitanan.
5. Pemotongan Tumpeng: Simbolis dan Formalitas
Simbolis dan formalitas, pemotongan tumpeng melambangkan sahnya khitanan dan kewajiban menjalankan salat karena telah hilang najisnya.
Sesi ini sering mengikuti adat Jawa dan diiringi ucapan selamat dari para hadirin.
| Rata-Rata Lama Sekolah di Sekadau 2025 Capai 7,53 Tahun, Masih di Bawah Rata-Rata Nasional |
|
|---|
| 45 Catatan Soal Sejarah Kebudayaan Islam/ SKI Kelas 7 Kurikulum Merdeka 2026 |
|
|---|
| Disebut Pelit untuk Keluarga, Fuji Geram hingga Tunjukkan Bukti Transfer |
|
|---|
| 40 Catatan Soal Essay Agama Khonghucu Kelas 9 Kurikulum Merdeka 2026 |
|
|---|
| Amallia Cahaya dan Siti Fadia Tembus Perempat Final Badminton Asia Championships 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/masa-depan-anak-yang-berkhitan-atau-sunat.jpg)