Meninggal Dunia di Kapal, Jenazah ABK Dievakuasi Melalui Terminal Pelabuhan Kijing Mempawah

"Saat itu ada rekan korban melihat korban jatuh di dekat menhole, dan menolong korban, tapi korban tetap minta ke kamar mandi sehingga rekan korban me

Penulis: Ramadhan | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FILE
Proses Evakuasi Sunardi (55) seorang Anak Buah Kapal (ABK) TB Ozone 88 dinyatakan meninggal dunia di Kapal, melalui Pelabuhan Kijing Mempawah, Rabu 22 Januari 2025 dini hari. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Sunardi (55) seorang Anak Buah Kapal (ABK) TB Ozone 88 dikabarkan meninggal dunia di Kapal yang masih berada di laut sekitar 30 mil dari Pelabuhan Kijing Mempawah, Selasa 21 Januari 2025 sekira pukul 16.30 WIB.

Sunardi merupakan warga Kampung Kolong Enam RT 004/022, Desa Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.

Jenazah berhasil dievakuasi melalui Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak, yang berada di Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, pada Rabu 22 Januari 2025 sekira pukul 02.00 dini hari.

Kapolres Mempawah AKBP Sudarsono melalui Kasat Polairud Iptu Suyadi, membenarkan adanya evakuasi jenazah ABK TB Ozone 88 melalui Pelabuhan Kijing.

BREAKING NEWS - Prajurit TNI Meninggal Tak Wajar di Terminal Kedamin Hulu Kapuas Hulu

"Benar, tadi dini hari sekira pukul 02.00 WIB, telah dilakukan evakuasi terhadap ABK TB Ozone yang meninggal di kapal. Jenazah berhasil di evakuasi melewati Pelabuhan Kijing," ujar Iptu Suyadi.

Setalah berhasil di evakuasi jelas Iptu Suyadi, jenazah korban langsung dibawa ke RSUD dr Rubini Mempawah.

"Setelah dari RSUD dr Rubini, saat ini jenazah di bawa ke Rumah Sakit Sudarso Pontianak untuk melengkapi persyaratan pemulangan jenazah ke alamat korban," jelas Iptu Suyadi.

Iptu Suyadi menjelaskan, saat dilakukan visum, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan terhadap jasad korban.

"Saat dilakukan pemeriksaan di tas korban ditemukan sejumlah obat-obatan untuk jantung, darah tinggi, asam urat dan beberapa vitamin," katanya.

"Tindakan lainnya yang telah dilakukan ialah menghubungi istri korban terkait proses jenazah dan istri korban menolak dilakukan outopsi serta ikhlas terhadap musibah yang terjadi," lanjut Iptu Suyadi menjelaskan.

Lebih lanjut, Kasat Polairud Polres Mempawah menjelaskan, kronologis meninggalnya korban berdasarkan keterangan para saksi di Kapal. Yakni, bermula pada Selasa 21 Januari 2025 sekira pukul 08.00 WIB, saat korban menuju kamar mandi.

"Saat itu ada rekan korban melihat korban jatuh di dekat menhole, dan menolong korban, tapi korban tetap minta ke kamar mandi sehingga rekan korban mengantar ke kamar mandi," jelas Iptu Suyadi.

Setelah korban masuk kamar mandi, rekan korban bergantian menjaga di luar kamar mandi karena mengetahui kondisi korban yang lemah.

"Saat di dalam kamar mandi korban kembali terjatuh dan mengeluhkan sesak nafas, kemudian rekan korban memberitahukan kepada nahkoda, dan setelah di cek, korban sudah meninggal," jelas Kasat Polairud Polres Mempawah.

Setelah mengetahui korban meninggal dunia, pihak Kapal menghubungi berbagai pihak, hingga informasi tersebut sampai Satpolairud Polres Mempawah yang langsung melakukan koordinasi dengan Kapolsek Sungai Kunyit, agen pelayaran, KSOP, Karantina kesehatan, Pelindo.

"Proses evakuasi cukup panjang, karena cuaca masih buruk saat di laut. Namun, Alhamdulillah tadi dini hari jenazah korban sudah berhasil di evakuasi dibawa ke daratan," tutup Kasat Polairud Polres Mempawah Iptu Suyadi menjelaskan. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved