Breaking News

Pro Kontra Warga Jika Pelanggar Gerakan Tanpa Plastik Diberi Sanksi

Menurutnya jika gerakan tersebut sudah benar-benar diterapkan dan masih terdapat warga yang belum taat, bisa langsung diberlakukan terkait sanksi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/TRI PANDITO WIBOWO
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak melakukan monitoring penggunaan sampah plastik di Minimarket Kawasan Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak, Senin 6 Januari 2025. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak telah menerapkan Gerakan Tanpa Plastik sejak tanggal 1 Januari 2024, di Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Pj Wali Kota Pontianak, Edi Suryanto mengatakan terkait sanksi saat ini belum diberlakukan.

Namun, dirinya menyebut akan mempertimbangkannya bersama terkait sanksi tersebut bersama Dewan Perwakilan Rakyat Kota Pontianak.

Hal itu pun menimbulkan pro dan kontra terhadap warga Kota Pontianak. Ada yang siap mendukung dan ada pula yang keberatan.

Seperti yang disampaikan Indri, yang merupakan warga Pontianak Kota ini mengaku setuju jika diberlakukan sanksi kepada pelanggar gerakan tersebut.

"Setuju sih kalo ade sanksi, karene kite taulah ye masyarakat kite ni susah sekali untuk taat. Tapi mungkin ndak bise langsung tibe-tibe kasi sanksi. Kasi waktu dulu buat masyarakat adaptasi same kebijakan ini, toh ini kan masih tahap sosialisasi juga ye," katanya kepada tribunpontianak.co.id, Senin 6 Januari 2025. 

Menurutnya jika gerakan tersebut sudah benar-benar diterapkan dan masih terdapat warga yang belum taat, bisa langsung diberlakukan terkait sanksi

"Kalo sosialisasi doang endak bakal ngaruh bang. Contohnye ade plang di larang buang sampah jak masih ade yang buang. Tapi balik lagi sih, macam mane pemkot mau ngasi sanksinye," pungkasnya.

Baca juga: Sepanjang 2024, Polresta Pontianak Tilang 2.329 Pengendara

Berbeda dengan itu, Yulita yang juga merupakan warga Pontianak Kota mengaku tidak setuju jika diberlakukannya sanksi.

"Tak setuju sih, karena ini juga kita sifatnya beli. Kecuali tas belanja yang dimaksud itu dikasi cuma-cuma," ujarnya.

Menurutnya, saat ini yang mesti dilakukan pemkot adalah tentang sosialisasi kepada warga Pontianak.

"Kalau menurut saya sih untuk sekarang gencar jak dulu sosialisasi, maklumlah kadang ada juga ibu-ibu yang jarang main media sosial, jadi tidak tau," tutupnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved