Ragam Contoh
Asal Usul Tahun Kabisat, Mengapa Terjadi di Bulan Februari?
Kabisat berapa tahun sekali? Tahun kabisat cukup unik karena hanya terjadi empat tahun sekali.
Pada abad ke-16, tanggal-tanggal besar dan hari libur telah bergeser 10 hari. Di Roma, Paus Gregorius XIII meluncurkan kalender Gregoriannya sendiri pada tahun 1582. Pada tahun itu, ia menghilangkan 10 hari dari bulan Oktober untuk menyelaraskannya kembali.
Dia juga mengembangkan sistem tahun kabisat baru yang menggunakan tahun matahari 365,2422 hari, menambahkan satu hari kabisat setiap empat tahun, tetapi menghilangkan tiga hari kabisat setiap 400 tahun untuk menjaga agar kalender tidak melenceng.
Kedengarannya membingungkan, tetapi sistem ini telah menjaga kalender dan musim tetap sinkron selama lebih dari 400 tahun. Kalender Gregorian tidaklah sempurna karena masih ada pergeseran 30 detik setiap tahunnya. Namun, meskipun demikian, kalender ini tidak akan meleset lebih dari satu hari selama 3.300 tahun lagi.
"Tanpa tahun kabisat, setelah beberapa ratus tahun kita akan mengalami musim panas di bulan November," kata Younas Khan, seorang instruktur fisika di Universitas Alabama di Birmingham kepada APNews.
"Natal akan jatuh pada musim panas. Tidak akan ada salju. Tidak akan ada perasaan Natal," tambahnya.
(*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
| Mengenal Istana Kerajaan Sambas, Warisan Budaya Melayu yang Masih Berdiri Megah |
|
|---|
| Kumpulan 50 Soal Alquran Hadits Kelas 10 Kurikulum Merdeka untuk Persiapan Ujian |
|
|---|
| Latihan Soal UAS SKI Kelas 10 Kurikulum Merdeka Lengkap Pembahasan |
|
|---|
| Resep Sate Gebug Khas Malang, Olahan Daging Kurban Empuk dan Gurih |
|
|---|
| 5 Senjata Tradisional Kalimantan Barat dan Filosofi di Baliknya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Kalender-bulan-Februari-2025.jpg)