Natal dan Tahun Baru

Puncak Mudik Nataru: Supadio Capai 21 Persen, Damri Siapkan 67 Armada hingga Harisson Keluarkan SE

Untuk itu dijelaskannya bahwa, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya pada tanggal yang sama, maka mengalami peningkatan sebesar 20,70 persen.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MASKARTINI
Ornamen natal menghiasi Bandara Supadio Rabu 18 Desember 2024. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Puncak arus mudik Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 di Bandara Supadio Pontianak, Kalimantan Barat mulai terasa.

"Puncak terjadi pada tanggal 21 Desember 2024, dengan penumpang tertinggi, sebanyak 9.191 penumpang," kata General Manager PT. Angkasa Pura Indonesia, Kantor Cabang Bandara Supadio, Iwan Sutisna kepada TribunPontianak.co.id, saat dihubungi pada Senin 23 Desember 2024. 

Untuk itu dijelaskannya bahwa, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya pada tanggal yang sama, maka mengalami peningkatan sebesar 20,70 persen.

"Tahun 2023 itu sebanyak 7.615 dan tahun 2024 ini sebanyak 9.191, pada periode yang sama," ungkapnya.

Kemudian untuk arus balik, dirinya memprediksikan bahwa akan terjadi pada tanggal 2 Januari 2025.

"Puncak arus balik diperkirakan tanggal 2 Januari 2025, sebesar kurang lebih 8.000 penumpang," pungkasnya. 

Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus Ajak Masyarakat Rayakan Natal Dengan Meriah

Damri Pontianak Siapkan 67 Armada Fasilitasi

Perum Damri Pontianak menyediakan 67 armada untuk melayani rute transportasi ke seluruh Kalimantan Barat dan ke rute Luar Negeri yakni Malaysia.

General Manager Perum Damri, Cabang Pontianak, Ahmad Bukhari mengatakan pada momen Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 terjadi lonjakan penumpang yang signifikan, baik rute antar daerah maupun rute antar negara.

"Kami saat ini memiliki sekitar 20 rute yang terdiri antar daerah di Kalbar, antar provinsi, da, antar negara, rute Pontianak ke Kuching itu mengalami lonjakan yang cukup tinggi, dan untuk antar kota dalam provinsi, juga mengalami lonjakan,'' ujarnya, Senin 23 Desember 2024

Untuk rute antar kota dalam provinsi yang mengalami peningkatan penumpang antara lain, Pontianak-Sintang, Pontianak-Kapuas Hulu, Pontianak-Nanga Pinoh, dan Pontianak-Sambas.

Kemudian, untuk rute antar kota antar provinsi ada rute Pontianak-Pangkalanbun juga mengalami peningkatan jumlah penumpang.

Ahmad Buchari mengungkapkan, berdasarkan data, tiket untuk rute-rute tersebut telah cukup banyak terjual hingga 6 Januari 2025 mendatang.

Rute antar negara Pontianak-Kuching, pihaknya mendata telah ada permintaan hingga lima ribu kursi pada moment Nataru ini, lalu untuk rute antar Kota dalam Provinsi pihaknya mencatat memobiliasi 1400 hingga 1500 penumpang setiap harinya.

"Untuk rute - rute tersebut sudah banyak terjual hingga tanggal 6 januari, sehingga fokus kami saat ini kami akan melihat apakah terjadi kembali lonjakan pemesanan, apabila terjadi lonjakan kembali, maka kami akan mempersiapkan ketersiadaan unit bus tambahan,'' terangnya.

Untuk memastikan perjalanan dengan baik, ia menjelaskan sebelum momen Nataru pihaknnya telah lebih dulu melakukan inspeksi dan pemeriksaan menyeluruh terhadap armada.

Selain itu, setiap supur atau pengemudi pun juga tidak luput dari pemeriksaan, baik dari sisi kesehatan, dan pengemudi juga dilakukan pemeriksaan urin rutin, hal itu untuk memastikan perjalanan aman hingga tujuan.

Surat Edaran Pj Gubernur Kalbar Harisson Menyambut Libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025

Pj Gubernur Kalbar Sebarkan Edaran Nataru

Penjabat (Pj) Gubernur Kalimanran Barat, Harisson mengeluarkan surat edaran pemantauan dan pengawasan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di wilayah Kalbar. 

Surat edaran untuk memastikan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran, serta mencegah terjadinya potensi gangguan, baik dalam aspek keamanan, kesehatan, maupun transportasi diobjek wisata selama periode libur Nataru.

SE Pj Gubernur Kalbar ini, dalam rangka meningkatkan kesiapan destinasi dan antisipasi arus kunjungan dan pergerakan wisatawan selama libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.

Dalam SE tersebut, Pj Gubernur Harisson mengimbau kepada pemerintah kabupaten kota se-Kalbar, agar dapat melakukan koordinasi dan persiapan untuk meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan keselamatan di lokasi destinasi wisata.

“Saya minta pengelola wisata hingga pengunjung tetap menerapkan protokol kesehatan dan CHSE,” ujar Harisson.

Poin lainnya juga disampaikan agar dipastikan juga mengenai kesiapan petugas pengawas wisatawan, life guard, dan pengelola objek wisata dalam pelayanan wisata di lokasi daya tarik wisata yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.

“Kita harapkan adanya peningkatanan pelayanan pengamanan di lokasi wisata dengan tersedianya pemandu wisata, petugas informasi hingga rambu-rambu balawisata,” tegasnya.

Harisson juga menekankan untuk melakukan koordinasi terkait antara pemda dan Dinas Kesehatan, Rumah Sakit, PMI, Kepolisian, BPBD dalam mitigasi potensi ancaman di objek wisata. (Tedy/Ferry/Anggi)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved