Renungan Harian

Renungan Kristen Sabtu 14 Desember 2024 Baca Alkitab Matius 2:1-12 Raja yang Rendah Hati

Semoga kita juga dapat membawa hadiah kesederhanaan, pengorbanan, dan penyembahan kepada Tuhan dalam hidup kita sehari-hari.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DOY MELANO
Lihat bersama Renungan Kristen Sabtu 14 Desember 2024 hari ini. Bacaan Renungan harian Kristen hari ini diambil dari bacaan Ayat Alkitab hari ini Matius 2:1-12. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Lihat bersama Renungan Kristen Sabtu 14 Desember 2024 hari ini.

Bacaan Renungan harian Kristen hari ini diambil dari bacaan Ayat Alkitab hari ini Matius 2:1-12.

Menjadi poin penting bahwa “Semoga kita juga dapat membawa hadiah kesederhanaan, pengorbanan, dan penyembahan kepada Tuhan dalam hidup kita sehari-hari”.

Bacaan renungan Kristen hari ini berjudul “Raja yang Rendah Hati".

Semoga bacaan renungan harian meneguhkan iman saudara.

Berikut ini renungan hari ini disadur dari skkksurakarta.sch.id.

[Cek Berita dan informasi Renungan Harian KLIK DISINI]

Renungan Kristen

Orang-orang majus dari Timur datang untuk menyembah Yesus. 

Mereka dikenal sebagai para majus atau orang bijak. 

Terdapat pelajaran berharga tentang kesederhanaan yang dapat kita ambil dari respons mereka terhadap kelahiran Sang Mesias. 

Kesederhanaan ditemukan dalam pencarian Tuhan, di mana para majus melakukan perjalanan jauh dari Timur untuk mencari bayi yang baru lahir dan menyembah-Nya. 

Meskipun memiliki pengetahuan astronomi dan pengetahuan ilmiah yang tinggi, mereka merendahkan hati mereka untuk mencari Tuhan. 

Mereka menunjukkan bahwa kesederhanaan sejati terletak pada tekad untuk mencari Allah, bahkan jika itu melibatkan perjalanan yang panjang dan melelahkan.

Para majus membawa hadiah-hadiah mahal seperti emas, kemenyan, dan mur. 

Meskipun memiliki harta yang melimpah, mereka tidak ragu untuk mengorbankan dan memberikan yang terbaik kepada Sang Raja yang baru lahir. 

Kesederhanaan sejati terlihat dalam sikap hati yang bersedia memberikan yang terbaik untuk Tuhan, tanpa memandang seberapa besar harta yang dimiliki. 

Saat tiba di Betlehem, para majus tidak bertemu Raja di istana, melainkan di sebuah kandang sederhana tempat Yesus berada. 

Meskipun mereka adalah orang-orang bijak dan terhormat, mereka merendahkan diri mereka untuk menyembah Yesus di tempat yang sederhana.

Para majus diingatkan dalam mimpi untuk tidak kembali kepada Raja Herodes, melainkan pulang ke negeri mereka melalui jalan yang lain. 

Mereka dengan tunduk mendengarkan petunjuk Roh Kudus dan menjauhi tipu daya Herodes. 

Kesederhanaan sejati adalah ketika kita tunduk dan mendengarkan suara Tuhan dalam hidup kita.

Melalui kisah para majus, kita diajak untuk memahami bahwa kebesaran Tuhan tidak selalu ditemukan di tempat yang megah dan gemerlap. 

Kesederhanaan kelahiran Yesus mengajarkan kita bahwa Tuhan menyatakan diri-Nya di tengah-tengah kehidupan yang sederhana dan merendahkan hati.

Doa Penutup

Ya Tuhan Allah, buatlah kami untuk selalu mengalami berkat dan kehadiran-Mu.

Jadikan kami saksi Kristus yang hidup dan bersinar di tengah kegelapan dunia.

Jangan biarkan dosa menjadi penghalang persekutuan kami dengan Tuhan dan penghalang orang lain memuliakan Tuhan melalui hidup kami.

Amin.

(*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved