Ragam Contoh
Cara Mengatasi Phising di Instagram, Hati-hati Akun Centang Biru terkena Jebakan Pshising
Data yang menjadi sasaran phising adalah data pribadi (nama, usia, alamat), data akun (username dan password), dan data finansial (informasi kartu kr
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Masyarakat saat ini harus mewaspadai adanya phising yang menyerang di media sosial.
Phising adalah upaya untuk mendapatkan informasi data seseorang dengan teknik pengelabuan.
Data yang menjadi sasaran phising adalah data pribadi (nama, usia, alamat), data akun (username dan password), dan data finansial (informasi kartu kredit, rekening).
Istilah resmi phising adalah phishing, yang berasal dari bahasa Inggris fishing yaitu memancing.
Namun, kini phising banyak terverifikasi di Instagram. Dimana akun terverifikasi dengan tanda centang biru di Instagram telah menjadi salah satu simbol kepercayaan dan kredibilitas bagi banyak bisnis, termasuk UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah).
Namun, hal ini juga memicu maraknya aksi penipuan atau phishing yang berkedok tawaran verifikasi Instagram. Sebelumnya, perlu diketahui apa itu phising?
• Khasiat yang Bisa Disembuhkan dari Daun Binahong, Berikut 5 Manfaatnya
Phising seperti dikutip dari www.djkn.kemenkeu.go.id,, adalah upaya untuk mendapatkan informasi data seseorang dengan teknik pengelabuan.
Data yang menjadi sasaran phising adalah data pribadi (nama, usia, alamat), data akun (username dan password), dan data finansial (informasi kartu kredit, rekening).
Istilah resmi phising adalah phishing, yang berasal dari bahasa Inggris fishing yaitu memancing. Kegiatan phising memang bertujuan memancing orang untuk memberikan informasi pribadi secara sukarela tanpa disadari. Padahal informasi yang dibagikan tersebut akan digunakan untuk tujuan kejahatan.
Pakar Digital dan Marketing Nur Salam menjelaskan pelaku phishing mencoba memanfaatkan ambisi para pemilik bisnis untuk memverifikasi akun mereka, dengan harapan meningkatkan reputasi digital. Terlebih kasus phishing yang menyamar sebagai tawaran verifikasi akun semakin meningkat.
"Saat ini, banyak UMKM yang ingin segera mendapatkan verifikasi agar lebih dipercaya pelanggan, tetapi sayangnya, hal ini dimanfaatkan oleh penipu yang menawarkan verifikasi palsu dengan iming-iming proses cepat," dikutip dari Kompas.com.
Menurut dia, penipuan phishing berkedok verifikasi biasanya dilakukan dengan mengirimkan pesan palsu melalui surel, DM (Direct Message), atau melalui link yang mengarahkan korban ke situs web palsu tapi menyerupai Instagram.
Pelaku akan meminta informasi pribadi atau kredensial login untuk "memproses" verifikasi, padahal sebenarnya mereka berusaha mencuri akun atau informasi keuangan korban.
"Sering kali pelaku phishing menggunakan pesan yang sangat meyakinkan, lengkap dengan logo Instagram dan bahasa formal," ungkap pria yang juga CEO Birudigital tersebut.
"Mereka menawarkan verifikasi cepat dengan biaya tertentu, padahal proses verifikasi yang sah tidak pernah melibatkan biaya semacam itu."
• Jangan Hanya Scroll Saja, Cek Cara Dapat Penghasilan di TikTok dari Nonton Aktifkan Tombol Poin
| Jadwal Vaksin Campak Anak Terbaru 2026, Ini Panduan Lengkap dari Tenaga Medis |
|
|---|
| Kemensos Perkuat Strategi Penyaluran Bansos 2026, Fokus Tuntaskan Tahap 1 dan Siapkan Tahap 2 |
|
|---|
| Beasiswa Talenta KIP-K BSI 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Manfaatnya |
|
|---|
| Lengkap Desa dan Kecamatan Sekadau, Hingga Kehidupan Warga Setempat |
|
|---|
| Penyebab Cerai dengan Baskara Mahendra Terungkap, Sherina Munaf Repost Konten Perselingkuhan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/akun-remaja-Fitur-akun-remaja-ini-ditujukan.jpg)