Tampil di Hadapan Stakeholder, PLN Jelaskan Pengolahan FABA Jadi Produk Bernilai Ekonomis

Pengolahan FABA jadi bahan baku bernilai ekonomi ini diharapkan bisa membawa manfaat bagi masyarakat. 

Editor: Nina Soraya
Dok/PLN UIP KLB
Manager Perizinan dan Komunikasi, M. Harry Febriandono (kiri) menerima plakat dalam kegiatan sosialisasi Rapat Koordinasi Tata Lingkungan Tingkat Regional 2024 yang diadakan oleh Balai Pemantapan Kawasan Hutan dan Tata Lingkungan Wilayah III Pontianak. Agenda yang mengusung tema Better Environment for Sustainable Investments Toward Indonesia Emas 2045 dilaksanakan pada Selasa, 1 Oktober 2024 di Pontianak. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat (UIP KLB) memberikan sosialisasi pengolahan Fly Ash Bottom Ash (FABA) menjadi barang bernilai ekonomi kepada 67 stakeholder tata lingkungan se Provinsi Kalimantan Barat.

Di antaranya ada dari unsur Pemerintah Daerah, Pelaku Usaha, Akademisi dan Lembaga Keuangan. FABA sendiri merupakan limbah hasil dari operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). 

Sosialisasi tersebut disampaikan pada agenda Rapat Koordinasi Tata Lingkungan Tingkat Regional 2024 yang diadakan oleh Balai Pemantapan Kawasan Hutan dan Tata Lingkungan Wilayah III Pontianak.

Agenda yang mengusung tema Better Environment for Sustainable Investments Toward Indonesia Emas 2045 dilaksanakan pada Selasa, 1 Oktober 2024 di Pontianak. 

Manager Perizinan dan Komunikasi, M Harry Febriandono, pada paparannya menjelaskan bahwa PLN Group saat ini telah melakukan pengelolaan dan pemanfaatan FABA atau abu sisa proses pembakaran batu bara di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan sirkular ekonomi.

Pengolahan FABA jadi bahan baku bernilai ekonomi ini diharapkan bisa membawa manfaat bagi masyarakat. 

“PLN Group sesuai arahan Jajaran Direksi saat ini berkomitmen mengelola FABA dihasilkan agar sejalan dengan konsep Environment, Social and Governance (ESG),” ucap Harry. 

Gandeng Kepolisian dan Kejaksaan, PLN Lakukan Upskilling Tim P2TL untuk Tingkatkan Kualitas Layanan

Harry mencontohkan beberapa program pemanfaatan FABA yang telah dilakukan PLN.

Salah satunya pemanfaatan FABA PLTU Ombilin sebagai bahan baku pupuk dengan UMKM. 

Selain itu, dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, PLN berkontribusi mengirimkan 8.000 geo-bag FABA dari PLTU Tanjung Jati B yang digunakan untuk pembangunan tanggul sementara dalam mengatasi banjir di Kota Semarang.

Selain itu geobag FABA juga sudah digunakan oleh BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jepara untuk bencana abrasi dan banjir di beberapa desa di Kabupaten Jepara.

FABA juga telah digunakan dalam berbagai program tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) untuk renovasi jalan, rumah warga, dan materi konstruksi lainnya. 

Di Pacitan, melalui program TJSL, FABA yang berasal dari PLTU Pacitan dimanfaatkan untuk pembangunan jalan desa sepanjang 2.1 km dan pembangunan 3 Rumah Tinggal Layak Huni yang berada di sekitar PLTU.

Serta banyak lagi produk olahan FABA seperti batako atau digunakan untuk campuran beton sebagai bagian struktur beton (kolom, balok dan pondasi) yang terdiri dari semen, pasir, kerikil, FABA dan air.

Fly ash menggantikan 40 persen semen, sedangkan bottom ash menggantikan 50 persen pasir.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved