Renungan Harian

Renungan Katolik Minggu 6 Oktober 2024 Lengkap Injil Hari Ini Markus 10:2-16 Bercerai Kita Runtuh

Injil hari ini Injil Markus 10:2-16 mengisahkan tentang Apa yang telah dipersatukan Allah janganlah diceraikan manusia.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
Renungan Katolik Minggu 6 Oktober 2024 diangkat dari bacaan injil hari ini Markus 10:2-16. Injil hari ini Injil Markus 10:2-16 mengisahkan tentang Apa yang telah dipersatukan Allah janganlah diceraikan manusia. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Renungan Katolik Minggu 6 Oktober 2024 diangkat dari bacaan injil hari ini Markus 10:2-16.

Injil hari ini Injil Markus 10:2-16 mengisahkan tentang Apa yang telah dipersatukan Allah janganlah diceraikan manusia.

Semoga bacaan renungan harian meneguhkan iman saudara.

Berikut ini renungan katolik disadur dari thekatolik.com.

[Cek Berita dan informasi Renungan Harian klik di Sini]

Renungan Katolik

Berita perceraian sering meramaikan program infotainment di televisi kita. 

Muncullah anggapan bahwa kaum selebritis doyan kawin cerai. 

Celakanya, masalah ini mulai menggerogoti keluarga Kristen. 

Lalu perlukah gereja mentolerir perceraian untuk menyesuaikan diri dengan zaman?

Sebenarnya perceraian bukan masalah di zaman modern saja. 

Pada zaman Musa pun sudah terjadi perceraian. 

Bahkan orang Farisi percaya bahwa PL mengizinkan pria untuk menceraikan istrinya dan kemudian menikah lagi (ayat 4, Ul. 24:1-4). 

Yesus membandingkan pandangan orang Farisi dengan pandangan Allah mengenai pernikahan. 

Allahlah yang membentuk pernikahan, yang merupakan kesatuan antara seorang pria dan seorang wanita. 

Pernikahan ini menghasilkan sebuah hubungan yang unik, yaitu hubungan “satu daging”. 

Hubungan itu lebih erat daripada hubungan orangtua-anak (band. Kej. 2:24). 

Pernikahan bukan sebuah kontrak yang berlaku sementara waktu saja dan bukan kesatuan yang dapat dibubarkan begitu saja. 

Sebab itu adalah salah bila manusia memisahkan suatu kesatuan yang telah dipertautkan Allah. 

Maka dalam pandangan Allah, tidak ada perceraian. 

Baik suami maupun istri tidak boleh menceraikan pasangan mereka dan kemudian menikah lagi dengan orang lain. 

Orang yang melakukan hal itu dianggap berzinah (ayat 11-12).

Kebanyakan pasangan yang ingin bercerai selalu beralasan bahwa mereka tidak cocok lagi atau sudah beda prinsip. 

Mereka menganggap bahwa bercerai adalah hal terbaik yang dapat mereka lakukan, daripada mereka bertengkar terus, yang akan berakibat buruk pada anak-anak mereka. 

Bagaimana solusi terhadap masalah demikian? 

Jangan pernah melihat perceraian sebagai suatu solusi, meski situasinya buruk. 

Bila demikian, perceraian akan mudah sekali dilakukan.

Pertengkaran suami istri memang tidak baik dilihat anak-anak, tetapi perceraian juga akan berakibat buruk bagi mereka. 

Sebab itu kembalilah pada Dia yang mempersatukan, agar Ia menolong terjadinya pemulihan.

Doa Penutup

Bapa surgawi, betapa besar rasa syukurku untuk cintakasih-Mu kepadaku, teristimewa dalam hidup perkawinanku. 

Penuhilah hatiku dengan cintakasih lebih mendalam lagi kepada-Mu, kepada pasangan hidupku serta seluruh anggota keluargaku.

Semoga cintakasih-Mu bagi segenap anggota keluargaku mengalir juga melalui diriku dan para anggota keluargaku untuk membawa kesembuhan dan damai-sejahtera kepada orang-orang lain di luar keluargaku.

Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.

Amin.

(*)

Informasi Terkini Tribun Pontianak Kunjungi Saluran WhatsApp

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved