Rembuk Pendidikan, Pjs Bupati Sambas Harap Atasi Permasalahan

Di Kecamatan Sejangkung ada 826 harusnya sekolah namun tidak sekolah. Kecamatan Subah ada 484 orang, dan Kecamatan Sajad lebih 200 orang.

Penulis: Imam Maksum | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Imam Maksum
Pjs Bupati Sambas Marlyna Almuthahar saat membuka rembuk pendidikan, Senin 30 September 2024. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Pjs Bupati Sambas Marlyna Almuthahar mengungkapkan rembuk pendidikan di empat kecamatan upaya untuk mengatasi berbagai problem sistem pendidikan, Senin 30 September 2024.

"Banyak permasalahan di sistem pengelolaan pendidikan. Permasalahan terkait dana BOS, permasalahan yang dihadapi oleh kepala sekolah bahkan di dinas pendidikan. Ini harus menjadi upaya bersama bagi setiap stakeholder dalam meningkatkan kualitas pendidikan," ujar Marlyna saat membuka rembuk pendidikan di aula Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas.

Melalui kegiatan rembuk pendidikan, jelas dia, stakeholder mulai dari camat, kepala desa juga kepala sekolah membahas bagaimana memberikan solusi terhadap permasalahan-permasalahan terkait pendidikan di setiap kecamatan. 

"Kalau kita melihat IPM Kabupaten Sambas memang mencapai 70 nilainya namun apabila kita bedah ternyata penyumbang IPM itu bukan dari sektor pendidikan. Namun dari daya beli, tingkat kesehatan, sehingga nilai 70 itu tidak murni dari sektor pendidikannya yang masih rendah," katanya.

Dia menyebutkan, di Kecamatan Sambas dari data yang ada terdapat 1050 anak yang mestinya sekolah namun tidak sekolah.

Baca juga: Pastikan Kamtibmas Jelang Pilkada, Polsek Sambas Patroli Skala Besar

Lanjutnya, di Kecamatan Sejangkung ada 826 harusnya sekolah namun tidak sekolah. Kecamatan Subah ada 484 orang, dan Kecamatan Sajad lebih 200 orang.

"Kondisi ini menjadi permasalahan untuk kita dari empat kecamatan ini sudah sedemikian besar," tambahnya.

Lebih jauh, dia mengungkapkan angka rata rata lama sekolah mencapai 6,75. Artinya semua pihak harus bekerja keras. 

"Bila kita peringkatkan di seluruh daerah provinsi Kalbar kita mendapat rangking 2 dari bawah ini sangat mengkhawatirkan," katanya.

Sehingga dia berharap kegiatan rembuk pendidikan dapat menggali dan merumuskan kebijakan dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan.

"Hingga memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya pendidikan," ujarnya. (*)

Informasi Terkini Tribun Pontianak Kunjungi Saluran WhatsApp

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini disini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved