Renungan Harian

Renungan Katolik Selasa 24 September 2024, Bacaan Injil Hari Ini Lukas 8:19-21

Injil hari ini Lukas 8:19-21 mengisahkan tentang Ibu dan saudara-saudara-Ku ialah mereka yang mendengarkan sabda Tuhan dan melaksanakannya.

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
Renungan Katolik Selasa 24 September 2024 diangkat dari bacaan injil hari ini Lukas 8:19-21. Injil hari ini Lukas 8:19-21 mengisahkan tentang Ibu dan saudara-saudara-Ku ialah mereka yang mendengarkan sabda Tuhan dan melaksanakannya. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Renungan Katolik Selasa 24 September 2024 diangkat dari bacaan injil hari ini Lukas 8:19-21.

Injil hari ini Lukas 8:19-21 mengisahkan tentang Ibu dan saudara-saudara-Ku ialah mereka yang mendengarkan sabda Tuhan dan melaksanakannya.

Jangan berhenti merenungkan firman hanya karena Anda tidak mengerti. 

Jangan berhenti berjuang menaati firman meski berat risikonya.

Semoga bacaan renungan harian meneguhkan iman saudara.

Berikut ini renungan katolik disadur dari thekatolik.com.

[Cek Berita dan informasi Renungan Harian klik di Sini]

Renungan Katolik

Keluarga adalah sebuah relasi antarmanusia yang boleh dikatakan paling dekat dan intim. 

Kedekatan seperti ini memberikan keistimewaan atau kemudahan tertentu bagi masing-masing anggota. 

Seorang anak akan lebih mudah mendapatkan sesuatu dari orangtuanya sendiri dibanding dari tetangganya.

Ketika Ibu dan saudara-saudara Yesus datang kepada-Nya, mereka tidak berhasil mendekati karena banyak orang (ay 21). 

Dalam konteks ini, pemberitahuan seseorang kepada Yesus yang melaporkan bahwa Ibu dan saudara-Nya ada di sana, bisa dipandang sebagai sebuah isyarat tersembunyi untuk menuntut kemudahan tertentu. Tetapi, apa yang terjadi?

Yesus justru memberikan jawaban yang cukup ketus, “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka yang mendengarkan Firman Allah dan melaksanakannya” (ay 21). 

Dengan bekata demikian, dapat dikatakan bahwa Yesus mendefinisikan ulang paham-Nya tentang keluarga. 

Yang menjadi Ibu-Nya atau saudara-saudara-Nya adalah mereka yang mendenarkan Firman Allah dan melaksanakannya.

Relasi biologis kini dinomorduakan dan digantikan pola relasi pelaksanaan Firman Tuhan. 

Melaksanakan kehendak Allah dianggap mempunyai nilai yang lebih tinggi daripada relasi antarkeluarga.

Karena kriteria untuk dekat dengan Yesus bukan lagi relasi darah melainkan keputusan pribadi seseorang, maka pintu terbuka lebar untuk semakin banyak orang bisa berhubungan erat dengan Yesus.

Lalu? 

Kita bisa bertanya diri: apakah menjadi ‘saudara atau Ibu Yesus’ masih mempunyai nilai bagi kita?

Yesus sungguh terbuka hati-Nya untuk kita manusia. 

Ia berkenan menjadikan kita anggota keluarga-Nya. 

Ia hanya menunjukkan syaratnya, yaitu apakah kita mau mendengarkan dan melaksanakan sabda Tuhan. 

Apakah syarat ini dirasa berat?

Doa Penutup

Tuhan Yesus, tolonglah aku agar dapat meniru ibunda-Mu. 

Bunda Maria adalah seorang murid-Mu yang sejati dalam cara dia mendengar firman Allah dan memeliharanya. 

Keberadaan seseorang sebagai murid-Mu tidak tergantung pada darah, kelahiran, atau jenis kelamin, melainkan tergantung pada tindakan mendengarkan firman Allah dan melakukannya.

Utuslah Roh Kudus-Mu dan tolonglah aku menyingkirkan setiap hal yang dapat  mengurangi atau mematikan kemauan dan kemampuanku untuk memberi tanggapan positif terhadap undangan-Mu untuk menjadi murid-Mu.

Tolonglah aku agar dapat hidup sebagai murid-Mu yang sejati, karenanya dapat menghadirkan-Mu ke mana saja aku pergi. 

Dengan pengantaraan Yesus Kristus Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa.

Amin.

(*)

Informasi Terkini Tribun Pontianak Kunjungi Saluran WhatsApp

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved