Peringati Hari Ozon se-Dunia, IKAHUT Sintang Tanam Pohon dan Diskusi Lingkungan Hidup

“Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini, kami ingin mengajak anak-anak SMA untuk peduli pada lingkungan hidup dan menjaga lapisan ozon," kata Deddy.

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FILE
Ikatan Keluarga Alumni Kehutanan (IKAHUT) Universitas Tanjungpura di Kabupaten Sintang menyelenggarakan kegiatan penanaman pohon dan diskusi interaktif lingkungan hidup dalam rangka memperingati Hari Ozon Sedunia. 

Untuk sesi dialog interaktif, dilakukan di aula pertemuan SMA Negeri 2 Sintang dan tayang secara live on air di RRI Pro 2 Sintang

IKAHUT UNTAN Kabupaten Sintang bekerjasama dengan Radio Republik Indonesia menayangkan sesi dialog ini agar lebih banyak masyarakat yang bisa menyimak dan mendapatkan pengetahuan. 

Sesi dialog mengangkat pemasalahan tentang gaya hidup masyarakat terkait sampah yang dihubungkan dengan upaya pelestarian lapisan ozon. 

Hadir dalam sesi ini narasumber dari Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura Pontianak, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sintang dan praktisi daur ulang sampah.

Reine Suci Wulandari, dosen Fakultas Kehutananan UNTAN yang menjadi salah satu narasumber menjelaskan tentang keberadan Fakultas Kehutanan sebagai salah satu fakultas di Universitas  Tanjungpura yang sangat peduli dengan lingkungan hidup.

Reine mengungkapkan Fakultas Kehutanan UNTAN sebagai green campuss juga menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, diantaranya untuk turut serta menjaga lingkungan hidup, termasuk berkontribusi dalam permasalahan sampah. Reine menjelaskan berbagai aksi nyata yang telah dilaksanakan pihak kampus dan mahasiswa dalam menjaga lapisan ozon.

“Hal terkecil yang harus dilakukan dalam menjaga lingkungan hidup adalah tidak boleh membuang sampah sembarangan. Buanglah sampah pada tempatnya”, ujar Reine memotivasi peserta.

Ia kemudian menyinggung tentang keberadaan Arboretum Sylva UNTAN sebagai areal berhutan di lingkungan kampus yang berada di Kota Pontianak itu. 

“Arboretum sangat penting sebagai paru-paru dunia. Hutan harus dipertahankan karena menjadi penghasil oksigen terbesar di dunia yang berkontribusi untuk menjaga lapisan ozon”, ungkap Reine.

Sementara itu, Kornelius Parang Kunci dari Dinas Lingkungan Hidup Sintang menjelaskan kebijakan Pemerintah Kabupaten Sintang dalam pengelolaan sampah. Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sintang ini menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sintang telah mengeluarkan beberapa kebijakan terkait pengelolaan sampah, diantaranya adalah penerapan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Sampah.

Ia menjelaskan berbagai upaya yang telah dilakukan meliputi peningkatan kesadaran masyarakat melalui edukasi, penegakan aturan, dan pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah seperti tempat pembuangan sampah yang lebih baik. 

“Namun, pelaksanaannya masih menghadapi tantangan, seperti rendahnya kepatuhan masyarakat dan keterbatasan fasilitas pengelolaan, sehingga masalah sampah masih sering menjadi sorotan publik," jelasnya.

Syahrul Tri Ubargi, seorang praktisi daur ulang sampah yang juga hadir sebagai narasumber menyoroti minimnya kepedulian masyarakat pada sampah. 

Pola hidup konsumtif masyarakat yang menghasilkan banyak sampah menjadi salah satu akar permasalahan persampahan di Kabupaten Sintang

“Kurangnya partisipasi aktif masyarakat untuk mengurangi sampah dan tingkat daur ulang sampah di Kabupaten Sintang yang sangat rendah meningkatkan masalah persampahan”.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved