Ragam Contoh
4 Contoh Gangguan Kepribadian Ganda Pada Anak
Kepribadian ganda adalah kondisi saat seseorang memiliki dua atau lebih kepribadian. Satu kepribadian bisa dominan dan menguasai kejiwaannya.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Kepribadian ganda secara umum diartikan sebagai kelainan pada kondisi mental di mana seseorang memiliki dua kepribadian atau lebih.
Dalam istilah medis, kepribadian ganda disebut sebagai Dissociative Identity Disorder (DID).
Kepribadian ganda adalah kondisi saat seseorang memiliki dua atau lebih kepribadian. Satu kepribadian bisa dominan dan menguasai kejiwaannya.
Dalam ilmu psikologi, masalah ini disebut gangguan disosiatif indentitas. Masalah ini adalah ketika seseorang tidak bisa menguasai diri, mengasosiakan dirinya dengan sesuatu, dan sering kehilangan ingatan akan perbuatannya.
Anak yang memiliki kepribadian ganda mempunyai ciri kejiwaan yang khas. Mereka akan memiliki masalah dengan lingkungan sosialnya karena kondisi ini. Berikut adalah ciri khas orang dengan gangguan kepribadian ganda:
- Bisa berubah emosi dan perilaku dengan cepat. Orang dengan kepribadian ganda bisa tampil berbeda dalam kondisi tertentu. Banyak orang menganggap kepribadian ganda adalah kasus kerasukan mahluk halus.
- Kerap berubah dengan cepat. Anak dengan kepribadian ganda sering kehilangan kontrol diri, memiliki perubahan perilaku dengan drastis, kehilangan kesadaran, kehilangan ingatan, kesulitan membuat presepsi, dan kesulitan mengontrol motoriknya.
- Kehilangan waktu. Anak yang memiliki kepribadian ganda sering kehilangan waktu, dalam arti mereka tidak dapat mengingat apa yang mereka lakukan di waktu tertentu ketika kepribadian lainnya muncul. Mereka akan kesulitan mengenang masa lalu atau memprediksi masa depan, karena saat ini pun tidak tentu untuknya.
- Mengalami masalah sosial. Karena gejala-gejala yang dialaminya, anak dengan kepribadian ganda akan kesulitan menghadapi lingkungan sosial normal. Mereka tidak bisa berfungsi seperti anak-anak lain sebab tanpa disadari kepribadian berubah.
• 10 Contoh Merawat Luka Pasca Sunat atau Khitan Bagi Anak Laki-Laki
Penyebab Kepribadian Ganda
Memiliki Trauma
Pernah mengalami trauma fisik, seksual, atau emosional yang parah pada masa kanak-kanak atau masa remaja bisa memicu kondisi ini.
Munculnya banyak kepribadian dalam diri seseorang merupakan cara pertahanan diri secara mental untuk menghadapi rasa sakit dan takut yang disebabkan oleh trauma luar biasa.
Lingkungan yang Tidak Stabil
Lingkungan yang tidak stabil, disfungsional, atau berbahaya juga dapat berperan dalam perkembangan kondisi ini.
Contohnya, seperti berada dalam keluarga yang terlibat dalam pelecehan, kekerasan, atau konflik kronis.
• 5 Contoh Psikolog Tangani Anak Tantrum dan Mudah Marah
Faktor Genetik
Beberapa penelitian menunjukkan faktor genetik mungkin ikut serta dalam kerentanan seseorang terhadap gangguan kepribadian ini.
Namun, hal ini bukan sebagai penyebab utama tetapi lebih sebagai faktor yang berkontribusi.
Stress Berlebihan
Mereka yang tidak memiliki keterampilan atau dukungan yang cukup untuk mengatasi stres atau trauma mungkin lebih rentan terhadap perkembangan kepribadian ganda.
(*)
Informasi Terkini Tribun Pontianak Kunjungi Saluran WhatsApp
Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini
| Mengenal Neurodivergen pada Anak: Gejala Awal, Tantangan, dan Peran Orang Tua |
|
|---|
| 45 Soal Essay Agama Kristen Kelas 1 SD, Kurikulum Merdeka 2026 Lengkap Kunci Jawaban |
|
|---|
| 45 Soal Essay Bahasa Arab Kelas 1 SD, Kurikulum Merdeka 2026 Lengkap Kunci Jawaban |
|
|---|
| Soal dan Jawaban Matematika Kelas 1 Kurikulum Merdeka 2026, Lengkap dan Mudah Dipahami |
|
|---|
| 20 Cara Kreatif Rayakan Hari Kartini 2026, Tak Lagi Sekadar Kebaya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Kepribadian-ganda-adalah-kondisi-saat-seseorang-memiliki-dua-atau-lebih-kepribadian.jpg)