Mardan dan Bukhori Siap Membawa Perubahan Besar untuk Mempawah

Masyarakat ini ingin di dengar, jangan hanya sebagai pemimpin yang hanya mau nya kita saja, tapi kita juga harus melihat kemampuan daerah kita

Penulis: Anggita Putri | Editor: Jamadin
FILE/TRIBUNPONTIANAK
Bakal Calon Bupati Kabupaten Mempawah, Mardan  berbagi kisahnya di Triponcast bersama Tribun Pontianak, yang ditayangkan live di channel Youtube Tribun Pontianak, Rabu 18 September 2024. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Bakal Calon Bupati Kabupaten Mempawah, Mardan  berbagi kisahnya di Triponcast bersama Tribun Pontianak, yang ditayangkan live di channel Youtube Tribun Pontianak, Rabu 18 September 2024.

Raja Mempawah, Mardan mantap maju di Pilkada tahun 2024, dengan menggandeng  Bukhori sebagai Wakil Bupati Mempawah, dengan komitmen kuat untuk membawa perubahan besar di Mempawah.

Saat menjalankan tahapan pendafataran Pilkada, ia mengatakan sangat terbantu bahwa ada tim yang mensupport nya, untuk membantu berbagai hal temasuk untuk memenuhi syarat administrasi.

Dan hal yang terpenting, ia hanya diminta untuk tetap menjaga kesehatan saja, sambil mempersiapkan untuk masyarakat kedepanya.

BREAKING NEWS - Diusung PKB, Pasangan Raja Mempawah Mardan-Bukhori Daftar Pilkada Mempawah 2024

Banyak undangan yang harus ia datangi, dan ia selalu berusaha untuk hadir setiap ada undangan untuk bisa bertemu langsung dengan masyarakat.

Sembari memperkenalkan dirinya sebagai calon Bupati Mempawah.  Tak jarang, ia harus pergi pagi pulang malam untuk mendengarkan berbagai aspirasi masyarakat.

Itu dilakukan nya dengan tulus untuk bertemu masyarakat, yang telah antusias menunggu kedatangannya. 

“Kita penuhi keinginan untuk bertemu masyarakat, dan menampung apa yang menja keinginan merka,”ujarnya.

Ia juga menjelaskan mengapa mengusung tagline “Pasangan Mabrur, bukan sebagai titipan atau hanya dipasang lawan”. 


Mengapa Mabrur, itu adalah kepanjangan dari Mardan dan Buchori. Namun dalam arti lain telah mendapat ridho dari masyarakat. 

“Kalau didalam politik itu biasa ada konspirasi. Seolah kami dipasangkan untuk tidak bergerak. Itu tidak mungkin, bagaimana kami mendapatkan partai yang bisa mengusung kami. Kedua, posisi saya sebagai Raja Mempawah tidak bisa dikorbankan untuk hanya sekadar dipasangkan saja,”tegasnya.

Ia menegaskan bahwa pencalonan dirinya sebagai bupati Mempawah, ada masyarakat yang ikut memanggil, serta memberikan dukungan. 

“Tidak mungkin saya hanya dipasangkan saja, kalau cuma dipasangkan saya cukup dirumah saja. Bagi saya inilah kesempatan saya untuk mengabdikan diri kepada masyarakat,”ujarnya.

Ia tegaskan juga kepada keluarganya, bahwa ia ingin mengabdikan diri ke masyarakat dan membawa sebuah perubahan untuk Kabupaten Mempawah untuk semakin lebih baik lagi.

Hal lainnya, bahwa ia ingin mengubah mindset bahwa politik itu indah. Dan itu harus diubah perlahan, dan nantinya kemenangan itu bukan untuk dirinya sendiri, tapi ada koalisi partai dan masyarakat didalamnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved