Kunci Jawaban

2 Contoh Puisi Kontemporer Lengkap Makna dan Penjelasannya

puisi kontemporer kerap dianggap sebagai salah satu puisi modern dan bisa diterima kalangan masyarakat pada zaman sekarang.

Buku Kurikulum Merdeka
Buku Kurikulum Merdeka - Ringkasan Materi Bahasa Indonesia Kelas 10 SMA, Bab 6 Berkarya dan Berekspresi Melalui Puisi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Kerap disebut sebagai puisi masa kini, puisi kontemporer biasanya berisi tentang pemikiran, perasaan, dan pengalaman pribadi penulisnya. 

Dikutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata ‘kontemporer’ sendiri berarti masa kini. Jika diartikan secara singkat, puisi kontemporer adalah puisi yang dibuat berdasarkan masa kini atau mengikuti arus perkembangan zaman.

Oleh karena itu, puisi kontemporer kerap dianggap sebagai salah satu puisi modern dan bisa diterima kalangan masyarakat pada zaman sekarang.

Selain itu, puisi kontemporer juga lebih berfokus pada gagasan-gagasan baru, sehingga gaya bahasanya tidak konvensional.

Contoh Majas Sinekdoke atau Disebut Pars Pro Toto, Totum Pro Parte / Totem Pro Parte

Contoh Puisi Kontemporer: Doa Perahu (Karya Ismed Natsir)

Tuhanku
beritahu
kini
ke manakah
harus
kupergi
ke muara
menyongsong
laut
biru
ataukah
melawan
arus
menuju
hulu

5 Contoh Mukadimah untuk Pidato dan Ceramah dalam Bahasa Sunda

Makna Puisi

Puisi “Doa Perahu” karya Ismed Natsir merupakan sebuah penggalan yang singkat namun penuh dengan makna.

Puisi ini menjadi sebuah penggalan yang singkat namun dalam, menggambarkan pertanyaan-pertanyaan tentang arah hidup dan hubungan dengan Tuhan.

Dengan struktur yang sederhana namun padat, puisi ini mengundang pembaca untuk merenungkan arah hidup dan hubungan dengan Tuhan.

Penyebutan Tuhan dalam puisi ini dimulai dengan pengucapan ‘Tuhanku’ yang menunjukkan bahwa penyair berbicara kepada Tuhan.

Penyebutan Tuhan di sini memberikan dimensi spiritual yang kuat pada puisi, menyoroti hubungan yang erat antara manusia dan penciptanya.

Dalam puisi ini, penyair bertanya kepada Tuhan ke mana ia harus pergi. Ini tak hanya pertanyaan tentang arah fisik, tetapi juga tentang arah hidup.

Penyair merenungkan pilihan-pilihan yang dihadapinya, apakah ia harus pergi ke muara menuju ke laut biru, atau melawan arus menuju ke hulu.

Dalam puisi ini, laut mewakili perjalanan hidup yang penuh dengan ketidakpastian dan keputusan yang sulit.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved