Breaking News

Idul Adha 2026

Sisa Opor dan Rendang Tak Boleh Sembarang Dipanaskan, Ini Cara yang Tepat

Dengan memahami cara penyimpanan dan pemanasan yang benar, sisa makanan Lebaran tetap bisa dinikmati dengan aman

Dok. Kompas.com
RENDNAG- Meski sayang untuk dibuang, sisa makanan ini tidak boleh disimpan dan dipanaskan sembarangan karena berisiko bagi kesehatan jika tidak ditangani dengan benar. 

Ringkasan Berita:
  1. Cara paling aman untuk makanan berkuah seperti opor adalah dengan memanaskannya kembali hingga benar-benar mendidih. 
  2. Sementara itu, makanan tanpa kuah dapat dipanaskan dengan berbagai metode, mulai dari ditumis, dikukus, hingga menggunakan oven, microwave, atau air fryer.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Hidangan khas Lebaran seperti opor ayam dan rendang kerap masih tersisa setelah hari raya atau acara besar. 

Meski sayang untuk dibuang, sisa makanan ini tidak boleh disimpan dan dipanaskan sembarangan karena berisiko bagi kesehatan jika tidak ditangani dengan benar.

Menurut dietisien Yesi Herawati, makanan bersantan sebenarnya masih aman dikonsumsi hingga hari ketiga setelah Lebaran, asalkan disimpan dengan baik dan dipanaskan sesuai prosedur yang tepat. 

Ia menekankan bahwa proses pemanasan ulang harus merata hingga ke bagian dalam makanan, bukan hanya panas di permukaan saja.

Untuk memastikan keamanan, suhu pemanasan ulang juga harus diperhatikan. Berikut standar suhu yang dianjurkan:

Minimal 70°C selama 2 menit
75°C selama 30 detik
80°C selama 6 detik

Cara paling aman untuk makanan berkuah seperti opor adalah dengan memanaskannya kembali hingga benar-benar mendidih. 

Sementara itu, makanan tanpa kuah dapat dipanaskan dengan berbagai metode, mulai dari ditumis, dikukus, hingga menggunakan oven, microwave, atau air fryer.

Panduan Lengkap Pembagian Daging Kurban Idul Adha, Siapa Saja yang Berhak Menerima?

Namun demikian, kebiasaan memanaskan makanan secara berulang perlu dihindari. Selain dapat merusak tekstur dan cita rasa, proses ini juga bisa menurunkan kandungan gizi dalam makanan.

Lebih jauh lagi, terdapat risiko kesehatan yang tidak bisa dianggap sepele.

Yesi menjelaskan bahwa makanan bersantan yang dipanaskan berkali-kali berpotensi menghasilkan radikal bebas dan lemak trans yang berbahaya bagi tubuh. 

Kondisi ini tentu dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

Selain itu, risiko keracunan makanan juga meningkat jika pemanasan tidak mencapai suhu yang dianjurkan. 

Bakteri dapat berkembang dengan cepat pada suhu antara 4 hingga 60 derajat Celsius, yang dikenal sebagai “zona bahaya” bagi makanan.

Tak hanya makanan bersantan, hidangan yang mengandung sayuran hijau juga memerlukan perhatian khusus. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved