Paus Fransiskus ke Indonesia

Paus Fransiskus Orang Mana? Profil dan Biodata Pope Francis ke Indonesia

Pada sore ini Pope Francis mengadakan misa akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta pukul 17.00 WIB.

INDONESIA PAPAL VISIT COMMITTEE/AGUS SUPARTO
Paus Fransiskus tiba di Gereja Katedral Jakarta, Rabu 4 September 2024. Paus disambut Uskup Agung Jakarta Kardinal Suharyo, Ketua KWI Mgr. Antonius Subianto Bunjamin OSC, dan Kepada Paroki Katedral Pastor Albertus Hadi Rudi SJ. 

Lahir di Buenos Aires, Argentina, Bergoglio pernah bekerja sebagai seorang penjaga bar dan petugas kebersihan saat masih muda sebelum berlatih menjadi ahli kimia dan bekerja sebagai teknisi di laboratorium ilmu pangan. 

Setelah sembuh dari penyakit pneumonia dan kista yang parah, dia terinspirasi untuk bergabung dengan Jesuit pada tahun 1958. 

Dia ditahbiskan sebagai imam Katolik pada tahun 1969, dan dari tahun 1973 hingga 1979 menjadi pemimpin provinsi Yesuit di Argentina

Ia menjadi Uskup Agung Buenos Aires pada tahun 1998 dan diangkat menjadi kardinal pada tahun 2001 oleh Paus Yohanes Paulus II. 

Dia memimpin Gereja Argentina selama kerusuhan Desember 2001 di Argentina

Pemerintahan Néstor Kirchner dan Cristina Fernández de Kirchner menganggapnya sebagai saingan politik. 

Menyusul pengunduran diri Paus Benediktus XVI pada 28 Februari 2013, sebuah konklaf kepausan memilih Bergoglio sebagai penggantinya pada 13 Maret. 

Dia memilih Fransiskus sebagai nama kepausannya untuk menghormati Santo Fransiskus dari Assisi. 

Sepanjang kehidupan publiknya, Paus Fransiskus terkenal karena kerendahan hatinya, penekanannya pada belas kasihan Tuhan, visibilitas internasional sebagai paus, kepeduliannya terhadap orang miskin, dan komitmennya pada dialog antaragama. 

Dia dipuji karena memiliki pendekatan kepausan yang kurang formal daripada pendahulunya, misalnya memilih untuk tinggal di wisma Domus Sanctae Marthae daripada di apartemen kepausan di Istana Apostolik yang digunakan oleh Paus sebelumnya.

Paus Fransiskus mempertahankan pandangan Gereja tentang penahbisan wanita sebagai imam, tetapi telah memulai dialog tentang kemungkinan diakones dan menjadikan wanita anggota penuh dikasteri di Kuria Roma. 

Dia berpendapat bahwa Gereja harus lebih terbuka dan menyambut anggota komunitas LGBT, dan menyerukan dekriminalisasi homoseksualitas di seluruh dunia. 

Paus Fransiskus juga seorang pengkritik vokal terhadap kapitalisme tak terkendali dan ekonomi pasar bebas, konsumerisme, dan pembangunan berlebihan.

Dia menganjurkan mengambil tindakan terhadap perubahan iklim, fokus kepausannya.

Dalam ensiklik Fratelli tutti, Paus Fransiskus menyebut hukuman mati "tidak dapat diterima" dan Gereja Katolik berkomitmen bagi penghapusan hukuman mati secara global. 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved