Puncak HAN ke-40, Perwakilan Siswa Sekolah Luar Biasa Kota Singkawang Tampilkan Pantomim

Remaja laki-laki Kelas 11 bernama Andika Pratama menampilkan pertunjukan Pantomi untuk memeriahkan puncak acara Hari Anak Nasional ke-40.

Penulis: Widad Ardina | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Widad Ardina
Penampilan pertunjukan teater Pantomi oleh siswa SLB Negeri Singkawang kelas 11, Andika Pratama pada kegiatan Puncak Hari Anak Nasional ke-40 di Kantor Wali Kota Singkawang, pada Rabu sore 28 Agustus 2024. Pj Wali Kota mengatakan kegiatan ini sangat positif. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Forum Anak Kota Singkawang menggelar Puncak Hari Anak Nasional ke-40 di Kantor Wali Kota Singkawang, pada Rabu 28 Agustus 2024 sore.

Adapun rangkaian pelaksanaan kegiatan dimeriahkan dengan penampilan yang dipersembahkan dari perwakilan beberapa sekolah di Kota Singkawang, baik dari kesenian tari, busana, dan bernyanyi.

Menariknya perwakilan Siswa dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Singkawang mempersempahkan penampilan pertunjukan teater tanpa kata-kata dengan isyarat bahasa tubuh dan ekspresi wajah.

Remaja laki-laki Kelas 11 bernama Andika Pratama menampilkan pertunjukan Pantomim untuk memeriahkan puncak acara Hari Anak Nasional ke-40.

Guru SLBN Singkawang, Andaruni mengatakan pertunjukan pantomi ini digambarkan sebagai tujuan anak yang memiliki kekurangan dalam fungsi pendengaran untuk menyampaikan sebuah cerita.

Baca juga: Awang Ishak Dampingi Pendaftaran Paslon Andi Syarif-Yusnita ke KPU Singkawang

"Anak inikan punya hambatan dan pendengaran, tidak bisa dengar dan tidak bisa bicara. Jadi kita mewujudkan bahasanya dengan pantomi yang pakai gerak olah tubuh. Itu sudah menggambarkan seribu bahasa dan jadi satu-satunya jalan dia bercerita hanya dengan pantomi," ucap gurunya saat diwawancarai oleh Tribun Pontianak.

Ia menuturkan untuk di SLB ada program keterampilan untuk anak tuna runggu. Sehingga dari SD memang sudah dilatih teknik-teknik menggunakan bahasa tubuh untuk menyampaikan bahasa.

Cerita dari penampilan Pantomi ini mengkisahkan seorang anak yang mendaki gunung, dengan melakukan persiapan alat-alat untuk mendaki gunung. Kemudian dia memanjat dan setelah sampai di puncak gunung, ia menancapkan bendera.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Wali Kota Singkawang, Sumastro mengatakan sangat  kegiatan ini sangat positif sekali, karena ini juga menjadi upaya kita untuk memperteguh dan memperkuat komitmen kita untuk semakin peduli dengan tumbuh kembang anak.

Sumastro menilai tumbuh kembang anak merupakan aset bangsa dan menjadi cerminan masa depan bangsa.

"Hidup mati bangsa kita sangat ditentukan oleh kualitas generasi anak-anak ini untuk bisa bersaing dalam era globalisasi yang semakin ketat," katanya.

Terkait tumbuh kembang anak, Sumastro mengatakan harus diperhatikan.

"Tumbuh kembangnya itu harus diberikan pengayoman, fasilitasi, perhatian dan cinta kasih. Jangan sampai timbul kekerasan terhadap anak," ungkapnya.

Sumastro berharap untuk generasi muda harus inovatif dan kreatif. Sehingga mampu bersaing di era globalisasi yang semakin tinggi.

"Harus memanfaatkan jejaring sosial dengan positif, sehingga generasi muda ini bisa melahirkan suatu trobosan, gagasan yang bermanfaat," pungkasnya. (*)

Informasi Terkini Tribun Pontianak Kunjungi Saluran WhatsApp

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini disini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved