Pendidikan

MATERI Bahasa Indonesia Kelas 4 SD Kurikulum Merdeka Bab 4 Meliuk dan Menerjang, Link Buku Smstr 1/2

Seluruh materi pada buku Bahasa Indonesia Kelas 4 Kurikulum Merdeka ini terdiri dari 8 Bab pada semester 1 dan 2.

Penulis: Madrosid | Editor: Madrosid
Kolase / Tribunpontianak.co.id / sid / google
Materi pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas 4 Kurikulum Merdeka Bab 4 Meliuk dan Menerjang. Dapatkan buku dengan mudah melalui link download buku di sini 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Ikuti ringkasan materi pada buku pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 4 Kurikulum Merdeka.

Untuk kali ini pembahasan ringkasan pada Bab 4 berjudul Meliuk dan Menerjang.

Seluruh materi pada buku Bahasa Indonesia Kelas 4 Kurikulum Merdeka ini terdiri dari 8 Bab pada semester 1 dan 2.

Makanya cocok sekali untuk dijadikan pegangan untuk belajar.

Buku bisa diperolehan melalui link download untuk mempelajari materi secara lengkap.

Namun bisa pula melalui materi ringkasan pada artikel ini jika hanya sekedar ingin mengetahui saja khusus Bab 4.

Baca juga: MATERI Bahasa Indonesia Kelas 4 Kurikulum Merdeka Bab 3 Lihat Sekitar dan Link Download

Bab 4 

Meliuk dan Menerjang

Dikenal karena Menari
Indonesia memiliki banyak sekali budaya, khususnya tarian. Tari-tarian itu menjadi ciri khas suatu daerah. Berikut ini dihimpun lima desa yang terkenal dengan ciri khas tarian dan para penarinya.

Desa pertama adalah Desa Olehsari di Banyuwangi, Jawa Timur, yang terkenal dengan tari seblang. Tarian yang dilakukan setiap tahun ini diyakini untuk menghindarkan desa dari bahaya. Penarinya biasanya wanita dewasa
yang wajahnya ditutupi daun kelapa. Penari memperagakan kegiatan membajak sawah sambil menggendong boneka mengikuti irama musik.

Desa kedua adalah Desa Cempaga di Bali dengan tari baris. Tari ini dibawakan oleh laki-laki dewasa. Gerakannya menirukan pemuda gagah berani yang menerjang medan perang. Tari baris dibedakan menjadi dua
berdasarkan jumlah penarinya. Tarian yang dibawakan seorang penari disebut tari jojor, sementara tarian yang dilakukan berkelompok disebut tari dadap.

Selanjutnya adalah Desa Barikin di Kalimantan Selatan dengan tari baksa kembang. Tarian ini dibawakan oleh penari perempuan yang jumlahnya ganjil, misalnya satu, tiga, atau lima penari. Gerakannya meliuk-liuk menggambarkan
seorang putri yang sedang bermain di taman bunga. Tari baksa kembang sering dipentaskan di acara-acara besar.

Desa keempat adalah Desa Situraja di Jawa Barat yang terkenal dengan tari umbul. Para penarinya adalah perempuan berkebaya, berselendang, dan memakai kacamata hitam. Gerakannya gemulai, menggoyangkan badan, dan sedikit menirukan gerakan pencak silat. Tari ini mengandung pesan bahwa perempuan juga bisa menjaga diri dengan ilmu bela diri.

Desa terakhir adalah Desa Gigieng di Aceh dengan tari seudati. Fungsi tarian ini bukan hanya sebagai pertunjukan hiburan untuk rakyat, melainkan juga sebagai sarana dakwah untuk mengembangkan ajaran agama Islam.
Tari seudati dibawakan oleh delapan pemuda. Gerakan yang dibawakan menggambarkan seorang syekh bersama para pembantunya. 

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dan tuliskan di bukumu!

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved