Pemprov Kalbar Terima Bantuan 7 Helikopter dari BNPB, Maksimalkan Antisipasi Karhutla

“Helikopter ini statusnya pinjam pakai, dan semua operasional semuanya ditanggung oleh BNPB, termasuk bahan bakar,” ujarnya.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, mendapatkan bantuan sebanyak  7 unit helikopter dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), saat tiba di Kalbar. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, mendapatkan bantuan sebanyak  7 unit helikopter dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebagai upaya antisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalbar.

Adapun tujuh unit helikoter BNPB ini telah tiba di Kalimantan Barat, yang secara simbolis diterima oleh Pemprov Kalbar melalui Badan Penanggulangan Bencana  Daerah (BPBD) Kalbar, Senin 19 Agustus 2024.

Ketua Satgas Informasi BPBD Kalbar, Daniel menjelaskan dari total  7 unit helikopter yang dibantukan oleh BNPB kepada Pemerintah Provinsi Kalbar, terdiri dari empat helikopter water bombing, dan tiga diantaranya untuk patroli.

“Hari ini  BPBD Kalbar telah melakukan verifikasi, terkait Helikopter yang akan digunakan ini. Dan pada malam ini (19/8) akan dilakukan brifing perdana untuk menentukan rencana kerja untuk besok harinya, yang akan dilaksanakan oleh Satgas Udara,” ujar Daniel.

Daniel menjelaskan, brifing akan dilakukan dua kali sehari, yakni pukul 07.00 dan 19.00 WIB, untuk menentukan rencana kerja dan evaluasi kerja harian, yang akan berlangsung di Kantor BPBD Kalbar.

Baca juga: Pemkot Pontianak Resmi Umumkan Penerimaan CPNS, Ada 388 Formasi

Lebih lanjut, Daniel mengatakan helikopter bantuan dari BNBP ini nantinya akan turun ke daerah yang menjadi sasaran patroli.

“Jadi setiap malamnya, dan mulai malam  ini kita akan membuat perencanaannya. Mengenai kemana akan disebarkan helikopter ini, dan yang pasti akan ke daerah yang dianggap potensi terjadi karhutla. Dan kita keputusan yang diambil juga berdasarkan  penjelaskan teknis BMKG yang akan ikut brifing,“ jelasnya.

Lebih jelas, dikatakannya untuk helikopter ini akan mengikuti dimana adanya karhutla, berdasarkan laporan dari Patroli Udara yang dilakukan oleh tiga helikopter.

“Helikopter ini statusnya pinjam pakai, dan semua operasional semuanya ditanggung oleh BNPB, termasuk bahan bakar,” ujarnya.

Dikatakannya, terhadap bantuan 7 helikopter yang diberikan oleh BNPB kepada Pemprov Kalbar, atas dasar Surat Permohonan yang telah dikirim Pemprov kepada BNPB.

Heli ini diberikan ke Kalbar atas dasar surat permohonan dari Pemprov sebagai bentuk antisipasi karhutla karena kita sudah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana.

“SK Status Tanggap Darurat Bencana tingkat Provinsi Kalbar  berlaku sampai 31 Oktober. Dan memang yntuk karhutla di Kalbar , indikasinya masih tinggi dan bisa saja status ini akan diperpanjang tergantung kondisi dilapangan,” tegasnya.

Ia menegaskan apabila masyarakat menemukan titip api, untuk bisa melaporkan ke BPBD Kalbar, melalui nomor Posko PDB untuk mempermudah pelaporan.

“Nanti akan ada operatornya yang akan mengendalikannya, jika ada laporannya akan disampaikan ke satgas. mengenai nomor posko ini akan kami share atas hasil rapat brifing hari ini,” tegasnya.

Ia mengatakan berdasarkan hasil perkiraan cuaca  BMKG, mengenai peringatan dini cuaca bahwa puncak kemarau akan terjadi sampai Oktober mendatang.

“Tapi kalau kita lihat hari  ini memang tidak ada titik api, karena turun hujan di wilayah kabupaten kota,” pungkasnya. (*)

Informasi Terkini Tribun Pontianak Kunjungi Saluran WhatsApp

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini disini

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved