Khazanah Islam

NIAT Makan Sahur Puasa Sunnah Hari Kamis 18 Juli 2024 Lengkap Bacaan Berbuka di Waktu Magrib

Pekan ini Puasa Senin jatuh pada Senin 15 Juli 2024, Kemudian puasa Sunnah Kamis jatuh pada Kamis 19 Juli 2024.

Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Endro
simak bacaan niat puasa sunnah hari kamis atau bertepatan dengan 18 Juli 2024. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Cek jadwal puasa Senin dan Kamis pekan ketiga bulan Juli 2024.

Pekan ini Puasa Senin jatuh pada Senin 15 Juli 2024

Kemudian puasa Sunnah Kamis jatuh pada Kamis 19 Juli 2024.

Konten dibawah ini tersedia bacaan niat Puasa Senin dan Kamis.

Puasa Senin dan Kamis dilaksanakan mulai sejak terbit matahari atau saat subuh.

NIAT Makan Sahur Puasa Tasua Senin 15 Juli 2024, Amalan Pelebur Dosa di Bulan Muharram 1446 H

Puasa diakhiri dengan waktu berbuka saat terbenamnya matahari atau Maghrib tiba.

Ibadah puasa Senin Kamis adalah puasa yang dianjurkan oleh Rasulullah untuk dilaksanakan.

Manfaat Berpuasa Sunnah Senin dan Kamis

Mengutip dari Buku Panduan Lengkap Ibadah Muslimah oleh Ustaz Muhammad Syukron Maksum, berikut manfaat puasa Sunnah Senin-Kamis:

  • Hari Kelahiran Rasulullah, Penetapan Kenabian dan Diturunkannya Alquran

Ternyata, Rasulullah SAW manusia paling agung yang menjadi suri tauladan dalam hidup ini berulang tahun.

Tepatnya dilahirkan pada hari Senin.

Selain itu, beliau menerima wahyu pertama kali yang disampaikan oleh Jibril yang membawa risalah kenabian, juga pada hari Senin.

Hal ini berdasarkan penuturan Abu Qatadah ra. Bahwasanya Rasulullah saw. ditanya tentang berpuasa pada hari Senin.

Lalu beliau saw. bersabda: “Itu adalah hari yang saya dilahirkan di dalamnya dan hari yang saya diangkat sebagai Rasul atau hari yang pada saya diturunkan Alquran.” (HR.Muslim).

NIAT Makan Sahur Puasa Tasua Senin 15 Juli 2024, Amalan Pelebur Dosa di Bulan Muharram 1446 H

  • Hari Pemeriksaan Amal

Ketika masih di dunia, pemeriksaan catatan amal sehari-hari diperiksa secara berkala.

Ternyata pemeriksaan amal itu dilakukan pada hari Senin dan Kamis.

Maka jika pemeriksaan amal itu terjadi saat kita sedang berpuasa, semoga nilai keburukan dari amal kita berkurang dan nilai amal kebaikannya bertambah.

Dalam sebuah Riwayat disebutkan, Rasulullah saw. bersabda: ”Amal perbuatan itu diperiksa tiap hari Senin dan Kamis, maka saya suka diperiksa amalku sedang saya berpuasa.” (HR. Turmudzi).

  • Berharap Ampunan Allah SWT

Mengapa Rasulullah saw. memberi perhatian khusus pada puasa Senin-Kamis sedemikian rupa, hingga tak pernah melewatkannya?

Hal itulah kemudian, sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. membuat pada sahabat bertanya-tanya, ada apa sebenarnya dengan hari Senin dan Kamis.

Saat mereka bertanya pada beliau apa sebabnya, maka sabdanya: “Sesungguhnya amal-amal itu dipersembahkan pada tiap Senin dan Kamis, maka Allah berkenan mengampuni setiap muslim atau setiap mukmin, kecuali dua orang yang bermusuhan."

Maka firman-Nya: “Tangguhkanlah keduanya” (HR. Ahmad).

Meski demikian, ada satu amal keburukan yang tak diberi toleransi oleh Allah bagi pelakunya, yakni bermusuhan dengan sesamanya.

Dikutip dari Buku Panduan Lengkap Ibadah Muslimah oleh Ustaz Muhammad Syukron Maksum, berikut bacaan niat puasa Senin dan Kamis:

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu sauma yaumal itsnaini sunnatan lillahi taa'ala

Artinya:

Saya niat puasa pada hari Senin, sunat karena Allah Ta’aalaa.

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu sauma yaumal khomiisi sunnatan lillahi ta'ala

Artinya:

Saya niat puasa pada hari Kamis, sunat karena Allah Ta’aalaa.

  • Berikut ini bacaan doa dan artinya dalam bahasa Indonesia

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

(Dzahabadh dhoma,u wabtalatil uruuq wa tsabatal ajru insyaa Alloh)

Artinya : Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala akan tetap insya Allah

Doa diatas tersebut berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud.

Masyarakat kita banyak menyebut doa kedua ini dengan istilah doa buka puasa Allahumma laka shumtu.

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

(Allohumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthortu)

Artinya : Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.

Selain kedua doa di atas, yang masing-masingnya terpisah dan boleh dipilih yang mana, ada pula doa gabungan dari kedua doa di atas.

Di Indonesia, doa ini lebih populer karena televisi sering menampilkannya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

‎Ikuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: KLIK DISINI

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved