BBPOM Gelar Rapat Lintas Sektoral Tingkatkan Kualitas UMKM Kalbar Melalui Digital Marketing

Kepala Balai Besar POM di Pontianak Fauzi Ferdiansyah menyampaikan saat ini telah ada lebih dari seratus UMKM yang berada dibawah binaan BNPOM di Pont

Penulis: Ferryanto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FERRYANTO
Rapat Lintas sektoral BBPOM di Pontianak dengan tema meningkatkan kualitas UMKM di Kalimantan Barat dengan berfokus pengambangan digital marketing. Rabu 10 Juli 2024. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Pontianak menggelar rapat lintas sektoral dalam upaya meningkatkan kualitas UMKM di Kalimantan Barat dengan berfokus pengambangan digital marketing.

Bertempat di hotel Mercure Pontianak, rapat lintas sektoral bertajuk peningkatan budaya kerja berorientasi pelayanan Balai Besar POM di Pontianak dihadiri berbagai stakeholder terkait, mulai dari pelaku usaha, akademisi, perwakilan dinas - dinas terkait, perbankan, hingga penegak hukum, Rabu 10 Juli 2024.

Pada Rapat ini juga dilaksanakan penandatanganan komitmen bersama yang berisi siap membangun kolaborasi antar pelaku usaha, pemerintah, akademisi, dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas UMKM.

Lalu, meningkatkan kualitas UMKM dalam proses sertifikasi dengan kerangka teknologi digital.

Kemudian, membangun peran sektor publik untuk membantu UMKM mengadopsi teknologi digital.

Kepala Balai Besar POM di Pontianak Fauzi Ferdiansyah menyampaikan saat ini telah ada lebih dari seratus UMKM yang berada dibawah binaan BNPOM di Pontianak, dengan terbanyak kategori pangan, kosmetik dan obat tradisional.

Perumda BPR Khatulistiwa Salurkan Bantuan, Sasar 102 Balita Stunting di Pontianak Timur

"Jadi yang kita laksanakan ini untuk menjawab tantangan dimasa depan, sekarang sudah masuk di era digital, konsumennya juga dari Milenial, Gen z, Alpha, dan sepuluh, dua puluh tahun lagi menjadi produktif, sehingga kita perlu mendekatkan pasar ke konsumennya, bagaimana mereka mendapatkan barang, bertransaksi, ini yang akan menjadi tren, tetapi sebagai dasarnya tetap mutu dan keamanan dari suatu produk itu," jelasnya.

Oleh sebab itu, ia katakan pada program ini, ia katakan BBPOM memberikan edukasi lengkap, dalam menjaga mutu dan keamanan produk, mulai dari standar cara produksi, ketentuan regulasi, bagaimana lebel dan iklan yang baik sebagai dasar pijakan usaha awal.

"Kemudian baru nanti kita akan berikan pendamping dunia digital, dengan harapan suatu produk unggulan di daerah dapat naik hingga skala nasional, dan kita akan latih itu, untuk UMKM ini masuk dalam suatu ekosistem yang baru," ujarnya.

Melalui program tersebut, ia katakan pihaknya berusaha mempersiapkan UMKM agar mengetahui mekanisme yang benar dan sesuau aturan dalam melakukan pemasaran produk di dunia digital.

Dalam promosi produk di dunia digital, ia jelaskan ada banyak hal yang harus diperhatikan, pertama dalam promosi tidak diperbolehkan mendiskriminasikan produk lain, memunculkan isu SARA,

Lalu, ketika promosi juga tidak diperbolehkan melakukan klaim - klaim yang tidak sesuai dengan produknya.

"Jadi satu produk dan lainnya itu, regulasi kita sudah menggariskan, misalkan mau mengklaim kesehatan ya produknya harus obat, kalau produknya pangan, dia tidak boleh ada klaim untuk dapat mengobati penyakit tertentu, kosmetik juga sama, itu klaimnya membersihkan, dan sebagainya, tidak boleh klaimnya menyembuhkan, dan hal seperti itu yang harus dipahami dengan benar, dan itu masih banyak terjadi dari pengawasan kita," jelasnya.

Bilamana hal itu terjadi, ia katakan BBPOM dapat melakukan peneguran, hingga melakukan takedown sebuah promosi digital. (*)

Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW DI SINI

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved