Rangkaian Gawai Adat Dayak XX Kabupaten Sanggau, Dilaksanakan Seminar dan Beraump Raya

Pada kesempatan itu, Pastor Richardus Riadi menyampaikan materi tentang tantangan dan peluang dayak bersatu dan berkerjasama.

Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Hendri Chornelius
Suasana seminar dan beraump raya di kawasan Rumah Betang Raya Dori Mpulor Sanggau, Kalimantan Barat, Senin 8 Juli 2024. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Dalam rangkaian Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi XX Kabupaten Sanggau tahun 2024 dilaksanakan seminar dan beraump raya di kawasan Rumah Betang Raya Dori Mpulor Sanggau, Kalimantan Barat, Senin 8 Juli 2024.

Hadir juga Dewan Pertimbangan DAD, Dewan Pakar, Ketua DAD Kabupaten Sanggau Yohanes Ontot, Dewan Pertimbangan DAD dan pengurus DAD Sanggau, DAD Kecamatan, PDKS, P2D, dan temenggung.

Dalam seminar ini, Dewan Adat Dayak Kabupaten Sanggau menghadirkan narasumber diantaranya adalah Vicaris Keuskupan Sanggau, Pastor Richardus Riadi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau, Alipius, dan Kepala Bidang Administrasi Pemerintahan Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPM Pemdes) Kabupaten Sanggau, Udi.

Pada kesempatan itu, Pastor Richardus Riadi menyampaikan materi tentang tantangan dan peluang dayak bersatu dan berkerjasama.

Kemudian, Alipius menyampaikan materi tentang peran pendidikan dalam memperkuat identitas budaya dan memajukan masyarakat dayak secara holistik.

Baca juga: 103 Desa di Kabupaten Sanggau Kini Berstatus Mandiri

Selanjutnya, Udi menyampaikan materi tentang peran strategis lembaga kemasyarakatan desa dan lembaga adat desa dalam mewujudkan dayak bersatu melangkah bersama.

Usai membuka seminar dan beraump raya, Sekretaris DAD Kabupaten Sanggau Urbanus mengatakan bahwa seminar ini dilakukan agar para tokoh masyarakat adat dayak bisa berperan aktif dan berinovasi untuk kemajuan masyarakat.

"Saya berharap agar materi yang disampaikan oleh narasumber bisa menjadi bahan untuk program kerja kedepan," harapnya.

Seminar ini juga lanjutnya, dilakukan untuk memperkuat pengetahuan para tokoh masyarakat adat dayak terkait dengan kebijakan dan perkembangan dalam gereja dan pemerintah.

“Dengan demikian, kepada Ketua DAD Kecamatan se-Kabupaten Sanggau, PDKS, dan P2D bisa ambil bagian untuk mewujudkan dayak bersatu melangkah bersama di masing-masing kecamatan,” tegasnya.

Pada kesempatan itu juga, Urbanus berharap kepada masyarakat dayak di Kabupaten Sanggau agar ikut ambil bagian untuk mensukseskan Pilkada serentak tahun 2024 ini.

“Saya berharap kepada masyarakat adat dayak Kabupaten Sanggau agar mensukseskan Pilkada serentak tahun 2024, baik itu sebagai penyelenggara maupun partisipasi pemilih," pungkasnya. (*)

Informasi Terkini Tribun Pontianak Kunjungi Saluran WhatsApp

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini disini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved