Pria Bertato di Mempawah Nekat Akhiri Hidupnya Dengan Cara Tak Wajar
Kemudian, sambung Kapolsek, Tim Inafis Polres Mempawah datang ke TKP untuk melakukan identifikasi dan evakuasi jenazah korban. Selanjutnya, korban dib
Penulis: Ramadhan | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Seorang pria di Sungai Pinyuh ditemukan tewas dengan cara gantung diri di dalam kamarnya. Pria dengan tato dibelakang tubuhnya itu pertama kali ditemukan oleh ibu dan pembantu ketika membersihkan kamar di lantai atas rumahnya, Kamis 4 Juli 2024 pukul 08.00 WIB.
Kapolres Mempawah, AKBP Sudarsono melalui Kapolsek Sungai Pinyuh AKP Setyadi membenarkan kejadian tersebut. Kapolsek mengungkapkan korban bernama Very Lai (38) warga Gang Usaha, RT 02/RW 05, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah.
"Benar, TKP nya di Gang Usaha Kelurahan Sungai Pinyuh, dengan identitas korban atas nama Very Lai (38). Korban ditemukan meninggal dunia dalam posisi gantung diri. Saat itu, korban terlihat mengenakan baju kaos dan celana jens pendek," ujar Kapolsek Sungai Pinyuh.
Kapolsek menjelaskan terungkapnya kasus bunuh diri itu bermula ketika ibu korban dan pembantunya sedang membersihkan kamar di lantai atas rumahnya.
"Saat masuk ke dalam kamar, ibu dan pembantunya melihat korban sudah dalam kondisi tergantung," jelas Kapolsek.
Kapolsek menjelaskan, korban menggantung dirinya menggunakan ikat pinggang yang diikat dengan seutas tali di plafon kamarnya.
• Hari Jadi ke-65 Kabupaten Mempawah, Pemkab Berikan Berbagai Penghargaan
“Setelah menemukan mayat korban, saksi langsung memberitahukan kepada tetangga dan warga sekitar," katanya.
Kemudian, sambung Kapolsek, Tim Inafis Polres Mempawah datang ke TKP untuk melakukan identifikasi dan evakuasi jenazah korban. Selanjutnya, korban dibawa ke Puskesmas Sungai Pinyuh untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Dari pemeriksaan luar yang dilakukan dokter di Puskesmas Sungai Pinyuh, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan pada leher ditemukan jejas melingkar dari depan sampai belakang ukuran 4 cm. Keluar darah dari lubang hidung tidak ada patah di batang hidung. Dokter menyimpulkan kematian korban diduga akibat gantung diri,” jelasnya.
Terkait penyebab korban nekad bunuh diri, Kapolsek mengaku belum dapat mengetahuinya. Namun, pihak keluarga telah menerima kematian korban dan menolak dilakukan otopsi terhadap mayat korban.
“Dugaan sementara korban nekad bunuh diri karena ada permasalahan keluarga. Saat ini, status korban sudah bercerai dengan istri dan terpisah dengan anaknya,” tutup Kapolsek. (*)
Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW DI SINI
Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini
Mulian Law Firm Kawal Laporan Korban Dugaan Tindakan Represif di Aksi Mahasiswa DPRD Kalbar |
![]() |
---|
Mahasiswa Tegaskan Akan Turun Lagi, Jika Aspirasi Tak Ditindaklanjuti DPRD Kalbar |
![]() |
---|
Aksi Mahasiswa di DPRD Kalbar Ricuh, 18 Diamankan dan 3 Luka-Luka |
![]() |
---|
Perbaikan Jalan Pelang–Kepuluk Tahap 1 Hampir Rampung, Warga Dukung Imbauan Bupati |
![]() |
---|
Wabup Sukiryanto pimpim Gertam Cabai di Desa Pal IX |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.