Bupati Jarot Ajak Kolaborasi Deteksi Dini Cegah Konflik Sosial

“Konflik terjadi karena adanya ketidakadilan yang dirasakan. Itulah sumber konflik. Ada konflik karena perkebunan, penyalahgunaan alokasi dana desa ol

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/KOMINFO SINTANG
Bupati Sintang, Jarot Winarno membuka pelaksanaan Focus Group Discussion tentang Strategi Pencegahan Konflik Sosial melalui Kolaborasi Deteksi Dini di Pendopo Bupati Sintang pada Rabu, 3 Juli 2024. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Bupati Sintang, Jarot Winarno membuka pelaksanaan Focus Group Discussion tentang Strategi Pencegahan Konflik Sosial melalui Kolaborasi Deteksi Dini di Pendopo Bupati Sintang pada Rabu, 3 Juli 2024.

Hadir sebagai narasumber pada FGD tersebut adalah Kepala Badan Intelijen Negara Daerah Kalbar Brigjen Pol Rudi Trenggono, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalbar, Manto Wakil Bupati Sintang Melkianus dan Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Kartiyus.

Hadir sebagai peserta FGD adalah Forkopimda, Kaban Kesbangpol Se Kalimantan Barat, Pimpinan OPD di Lingkungan Pemkab Sintang, akademisi dan organisasi masyarakat.

Pada kesempatan itu Jarot Winarno menyampaikan jika tidak ada konflik karena beda kulit, mata dan rambut di Kabupaten Sintang.

Gapoktan Tuah Telaga di Sintang Punya Pabrik Mini Pengolahan Kelapa Sawit

“Konflik terjadi karena adanya ketidakadilan yang dirasakan. Itulah sumber konflik. Ada konflik karena perkebunan, penyalahgunaan alokasi dana desa oleh kepala desa, umat yang tidak bisa menjalankan ibadahnya seperti jemaat Ahamdyah. Sekali lagi konflik yang terjadi karena rasa ketidakadilan dirasakan masyarakat," jelas Jarot.

Pemerintah kata Jarot telah berkolaborasi dengan banyak pihak harus pandai mendeteksi sumber konflik kemudian mencegah terjadinya konflik.

Pemkab Sintang juga sudah mengesahkan Peraturan Bupati Sintang tentang Pemerintahan Kolaboratif.

"Kita berkolaborasi juga dalam hal mendeteksi secara dini potensi konflik kemudian mencegahnya," jelasnya.

Jarot menegaskan agar melibatkan semua komponen daerah untuk ikut mendeteksi dini potensi konflik di Kabupaten Sintang. Menurutnya, konflik sosial mudah dicegah kalau mampu mendeteksi secara dini potensi konflik yang ada di masyarakat.

"Kabupaten Sintang adalah rumah besar kita bersama. Mari kita jaga Kabupaten Sintang ini supaya aman, damai dan bahagia," pesan Jarot. (*)

Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW DI SINI

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved