Realisasi APBN di Kapuas Hulu Capai Rp 723.88 Miliar

Sri Winarto menjelaskan, capaian realisasi belanja K/L yang tertinggi adalah Belanja Barang yaitu sebesar 48,93 persen, disusul Belanja Pegawai sebesa

Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
FILE/ KPPN PUTUSSIBAU 
Kepala KPPN Putussibau, Sri Winarno 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Berdasarkan data press release dari KPPN Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, realisasi penyaluran belanja APBN periode sampai 31 Mei 2024 di Kapuas Hulu baru mencapai Rp 723,88 miliar atau 35,91 persen dari pagu Rp2.016,03 miliar.

Kepala KPPN Putussibau, Sri Winarto menyampaikan, realisasi tersebut terdiri belanja pemerintah pusat (Satker K/L) mencapai Rp137,95 miliar atau 38,51 persen dari pagu Rp358,27 miliar.

"Kalau untuk realisasi transfer ke daerah di Kabupaten Kapuas Hulu baru mencapai Rp585,92 miliar atau 35,34 persen dari pagu Rp1.657,76 miliar," ujarnya kepada Tribun Pontianak, Kamis 27 Juni 2024.

Sri Winarto menjelaskan, capaian realisasi belanja K/L yang tertinggi adalah Belanja Barang yaitu sebesar 48,93 persen, disusul Belanja Pegawai sebesar 44,71 persen, sedangkan Belanja Modal baru terserap 17,03 persen.

"Sehingga rata-rata realisasi K/L telah mencapai 38,51 persen, untuk target rata-rata triwulan II sebesar 46,67 persen. Penyebab tingginya realisasi Belanja Barang didorong oleh belanja Satker KPU dan Bawaslu sehubungan dengan penyelenggaraan Pemilu serentak 2024," ucapnya.

Bupati Kapuas Hulu Launching Peningkatan Ruas Jalan Bongkong - Nanga Dangkan

Sri Winarto berharap, dengan menyisakan waktu sebulan diharapkan seluruh satuan kerja mitra KPPN Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, agar dapat mencapai target realisasi triwulan II 2024. "Ini sangat penting terkait realisasi anggaran," ujarnya.

Sedangkan untuk realisasi ekspor melalui PLBN Nanga Badau pada bulan Mei 2024 yang tercatat melalui KPPBC Nanga Badau telah menghasilkan pemasukan devisa senilai Rp 188,89 juta, yang seluruhnya berasal dari komoditas perikanan dengan tonase seberat 2,54 ton.

"Jika dibandingkan dengan bulan April 2024 terjadi penurunan yang drastis sebesar 69,45 persen, hal ini disebabkan belum musim panen komoditas pertanian serta naik atau pasang air sungai dan danau, sehingga hasil panen komoditas perikanan menurun," ucapnya.

Realisasi APBD

Kemudian, progres kinerja APBD Kabupaten Kapuas Hulu hingga April 2024 merujuk data dari BKAD terlihat realisasi pendapatan mencapai Rp594,80 miliar atau 33,17 persen, yang lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp636,19 atau 36,56 persen.

"Realisasi belanja daerah sebesar Rp444,31 miliar atau 24,73 persen, angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan tahun lalu sebesar 27,14 persen.

Apabila dibandingkan dengan realisasi belanja APBN sebesar 35,91 persen, yang disalurkan melalui KPPN Putussibau maka realisasi belanja daerah dari APBD masih jauh lebih rendah," ujarnya.

Realisasi belanja APBD masih didominasi oleh komponen belanja Operasi sebesar Rp308,50 miliar atau 26,49 persen yang terdiri dari belanja pegawai realisasinya sebesar 34,36 persen, kemudian belanja barang dan jasa 21,84 persen, untuk belanja hibah 3,05?n belanja bansos 7,46 persen.

"Berdasarkan besaran target pendapatan APBD sebesar Rp1.792,93 miliar, terlihat rasio PAD 2024 4,55 persen lebih tinggi dibandingkan periode 2023 sebesar 4,25 persen. Namun besaran rasio tersebut masih menunjukkan tingkat kemandirian fiskal tergolong rendah," ucapnya.

Realisasi PAD

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved