Darma: Angka Stunting di Ketapang Masih Jadi Tantangan

Pemkab Ketapang telah berkomitmen penuh untuk mendukung segala upaya dalam menurunkan angka stunting dan memperkuat program-program kesehatan dan....

Penulis: Nur Imam Satria | Editor: Mirna Tribun
PROKOPIM
Staff Ahli Bupati Ketapang bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Darma saat memberikan bantuan kepada orangtua balita dalam kegiatan pencegahan stunting di Ketapang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Staff Ahli Bupati Ketapang bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Darma membuka kegiatan Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di Kecamatan Benua Kayong di Kantor Kelurahan Muliakerta, Jumat 21 Juni 2024.

Kick Off intervensi serentak ini berdasarkan arahan Kemenkes RI surat edaran No. HK 02.02 / B / 716 / 2024 tentang pelaksanaan intervensi serentak pencegahan stunting seluruh Indonesia.

Peserta terdiri dari 60 balita dari Posyandu Mulia Kerta, ditambah 20 balita yang berisiko stunting dan 20 orang ibu hamil yang sesuai dengan program stunting.

"Di Kabupaten Ketapang, angka stunting masih menjadi tantangan yang harus kita atasi bersama. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya gizi yang baik dan pola hidup sehat sejak dini," kata Darma membacakan sambutan Bupati Ketapang.

Dikatakannya, Pemkab Ketapang telah berkomitmen penuh untuk mendukung segala upaya dalam menurunkan angka stunting dan memperkuat program-program kesehatan dan gizi. Serta meningkatkan akses terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas.

Ada beberapa langkah strategis yang harus dilakukan bersama untuk mencegah dan mempercepat penurunan stunting.

Febri Budianto, Pemuda Ketapang Wakili Kalbar Ikut Program PPAP Kemenpora RI

Pertama, memastikan setiap ibu hamil dan anak balita mendapatkan akses yang cukup terhadap makanan bergizi seimbang. 

Program pemberian makanan tambahan dan sosialisasi mengenai pentingnya asupan gizi harus terus digalakkan.

"Kedua, fasilitas kesehatan di setiap kecamatan harus mampu memberikan layanan yang optimal, termasuk pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak, serta edukasi kepada ibu hamil dan ibu menyusui," ujarnya.

Ketiga, sosialisasi mengenai pola asuh yang baik, pentingnya ASI eksklusif, dan pemberian makanan pendamping ASI yang tepat harus terus ditingkatkan.

Kader posyandu dan petugas kesehatan memiliki peran penting dalam memberikan informasi ini kepada masyarakat.

"Keempat, lingkungan yang bersih dan sehat, sangat penting untuk mencegah penyakit infeksi yang dapat memperburuk kondisi gizi anak. Program sanitasi yang baik harus terus ditingkatkan, termasuk penyediaan air bersih dan fasilitas sanitasi yang memadai," tambahnya.

Terakhir dan yang terpenting, lanjut Darma, adalah sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat sangat diperlukan.

Kerja sama ini untuk memastikan program penurunan stunting berjalan efektif dan mencapai target yang telah ditetapkan.

"Saya berharap agar kegiatan ini dapat menghasilkan langkah-langkah konkret dan efektif dalam upaya penurunan stunting di Kabupaten Ketapang, khususnya di Kecamatan Benua Kayong," pungkasnya.

Selanjutnya dalam kegiatan ini, dilakukan peninjauan dan penyerahan paket bantuan kepada balita sebanyak 100 paket dari TP PKK Ketapang, bantuan kepada ibu hamil sebanyak 20 paket dari Dharmawanita Persatuan Ketapang dan bantuan telur sebanyak 900 butir dari Dharmawanita Persatuan Kecamatan Benua Kayong. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved