Bupati Sintang Lepas Peneliti untuk Identifikasi Keanekaragaman Hayati di TNBBBR

Selama 18 hari ke depan, Biodiversity Expedition Team akan melakukan identifikasi terhadap Keanekaragaman hayati yang ada di TNBBBR.

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Faiz Iqbal Maulid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Agus Pujianto
Sejumlah peneliti dari berbagai cabang ilmu pengetahuan berangkat ke Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya di Kecamatan Serawai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Keberangkatan Biodiversity Expedition Team ini dilepas oleh Bupati Sintang, Jarot Winarno di pendopo Bupati, Senin 24 Juni 2024. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Sejumlah peneliti dari berbagai cabang ilmu pengetahuan berangkat ke Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR) di Kecamatan Serawai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Keberangkatan Biodiversity Expedition Team ini dilepas oleh Bupati Sintang, Jarot Winarno di pendopo Bupati, Senin 24 Juni 2024.

Selama 18 hari ke depan, Biodiversity Expedition Team akan melakukan identifikasi terhadap Keanekaragaman hayati yang ada di TNBBBR.

Kepala Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR), Andi Muhamad Khadafi menyebut ekspedisi ini sudah direncanakan sejak tahun lalu. Pertimbangan pertama, Bukit Baka Bukit Raya merupakan puncak tertinggi di Kalimantan sekaligus satu di antara seven summit di Indonesia.

"Karena itu yang kita tahu dari berbagai studi itu beda ketinggian beda jumlah spesies yang ada. Sementara di bukit ini masih jauh dari harapan," ungkap Andi.

Gruduk Mapolres Sintang, Forum Penambang Desak Polisi Bebaskan 4 Pekerja Tambang

Saat ini, yang baru terdata bari 1.200 spesies di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya. Seharusnya, angkanya bisa lebih jika dilihat dari ketinggian MDpl di atas 2 ribu.

"Kalau kita lihat di Kina Balu dengan ketinggian 4 ribu itu hampir 14 ribu spesies. Di kita itu mungkin normalnya sekitar 3 ribuan. Oleh karena itu nanti teman- teman akan berusaha mengeksplorasi, mencari, menemukan jenis spesies baru yang insya allah menjadi temuan baru di dunia," harap Andi.

Andi meyakini, ekspedisi kali ini akan banyak menemukan spesies baru.

Apalagi ada banyak peneliti ahli dari berbagai disiplin ilmu yang ikut bergabung.

"Tahun lalu kami melakukan ekspedisi kecil kecilan, kita dapat new record spesies itu hanya sejam di Melaban. Sedangkan ini 18 hari. Jadi harapannya bisa lebih banyak," katanya.

Andi mengungkapkan, di TNBBBR ada Nephentes endemik di puncaknya.

Lalu, ada juga spesies katak tanpa paru-paru yang hanya ada TNBBBR.

"Itu hanya ada di sana. Itu peneliti dari malaysia pengen datang, saya bilang silahkan. Tapi saya minta teman-teman Untan cepetan jangan sampai malaysia yang buat buku penelitian duluan. Mudah mudahan ekspedisi kami berjalan lancar dan membawa hasil yang baik," harap Andi. 

(*)

Informasi Terkini Tribun Pontianak Kunjungi Saluran WhatsApp

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini disini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved