Genjot Pelayanan pada Masyarakat, RSUD Soedarso Gelar Sosialisasi Analisis Kebutuhan Pelatihan
drg. Hary Agung Tjahyadi, M.Kes mengatakan pelatihan menjadi salah satu program pengembangan kompetensi karyawan yang tepat bagi Rumah sakit.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Manajemen RSUD dr Soedarso menggelar sosialisasi Implementasi Analisis Kebutuhan Pelatihan Sebagai Strategi Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia Kesehatan Berkualitas di RSUD Soedarso Provinsi Kalimantan Barat, Rabu 12 Juni 2024.
Kegiatan yang digelar di Aula RSUD Soedarso itu dibuka langsung oleh Direktur RSUD dr. Soedarso drg. Hary Agung Tjahyadi, M.Kes.
Pada sambutanya drg. Hary Agung Tjahyadi, M.Kes mengatakan pelatihan menjadi salah satu program pengembangan kompetensi karyawan yang tepat bagi Rumah sakit.
Namun, untuk mengembangkannya dengan melalui pelatihan perlu diawali dengan Training Needs Analysis (TNA), atau disebut juga Analisis Kebutuhan Pelatihan (AKP) merupakan langkah awal yang sangat penting dalam penyusunan program diklat.
• PAI Award 2024 Perwakilan Kalbar Didominasi Mempawah, Erlina : Mereka Pendakwah Militan
Dengan TNA, menurut Hary Agung Tjahyadi rumah sakit dapat mengalokasikan sumber daya dengan efektif, meningkatkan kualitas pelayanan pasien dan memperkuat profesionalisme tim medis.
TNA juga membantu rumah sakit dalam mengalokasikan sumber daya secara tepat untuk pelatihan yang diperlukan, sehingga menghasilkan tim medis yang terampil, professional dan siap menghadapi tantangan dalam dunia Kesehatan yang terus berubah serta dapat menunjang pelayanan kesehatan yang memadai di Provinsi Kalimantan Barat.
Hary Agung Tjahyadi juga berharap ada terobosan yang strategis dengan melakukan Analisis Kebutuhan Pelatihan Sebagai Strategi Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia Kesehatan Berkualitas di RSUD Dokter Soedarso Provinsi Kalimantan Barat.
Sementara itu, Wakil Direktur Pendidikan Pengembangan Profesi RSUD dr Soedarso Dedy Shopiardi menilai bahwa analisis kebutuhan pelatihan diharapkan dapat sebagai strategi yang tepat guna pengembangan kompetensi sumber daya manusia kesehatan yang berkualitas di RSUD dr Sudarso.
Ia mengatakan masalah Pokok perencanaan pengembangan kompetensi belum optimal.
Selain itu kondisi saat ini belum dirasakan manfaat dari perencanaan pengembangan, belum tumbuh kesadaran tinggi tentang perlunya perencanaan pengembangan konpetensi yang mendukung peningkatan kinerja dan pencapaian tujuan organisasi.
"asesmen kompetensi pegawai sudah dilakukan tapi tidak dimanfaatkan dalam pengembangan konpetensi, serta upaya koordinasi penyusunan rencana pengembangan konpetensi belum optimal," katanya
Dirinya berharap nantinya Instansi mempunyai rencana pengembangan kompetensi yang merujuk pada hasil asesmen kompetensi pegawai sudah dilakukan,
erdapat payung hukum yang melegalisasi perencanaan pengembangan kompetensi RSUD dr Soedarso,
intansi melakukan pemantauan dan evaluasi berkala terhadap pengembangan kompetensi pegawai, dan terdapat reward dan punishment dalam perencanaan pengembangan kompetensi. (*)
Ikuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: KLIK DISINI
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News
Erlina Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Penyedia Jasa Lewat Workshop Procurement Apkasi Expo 2025 |
![]() |
---|
BREAKING NEWS - 4 Tersangka Penyelundupan Telur Penyu Ditangkap Polres Sambas |
![]() |
---|
Sepeda Motor Dinas Polisi Dibakar Massa di Bundaran Digulis Pontianak, Lalu Lintas Lumpuh |
![]() |
---|
70 Nelayan Ketapang Ikuti Sekolah Lapang Cuaca dari BMKG |
![]() |
---|
Aksi Ketiga Mahasiswa di DPRD Kalbar Kembali Ricuh |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.