Pilkada 2024

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalbar Ajak Pemuda Tidak Antipati Terhadap Politik

Suib menilai Pilkada Serentak 2024 sebagai momentum penting untuk para pemuda menentukan arah pembangunan Kalbar.

Penulis: Muhammad Firdaus | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Muhammad Firdaus
Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Suib saat mengisi kuliah umum Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (Himapem) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura (Fisipol Untan), di Gedung Konferensi Teater 3 Untan, Rabu 5 Juni 2024. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Suib mengisi kuliah umum Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (Himapem) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura (Fisipol Untan), di Gedung Konferensi Teater 3 Untan, Rabu 5 Juni 2024.

Dalam kuliah umum yang mengusung tema 'tantangan generasi muda dalam pembangunan Kalimantan Barat menyongsong Indonesia Emas 2045' ini, Suib memotivasi para anak muda, khususnya para mahasiswa yang hadir, untuk tidak antipati terhadap politik.

"Anak-anak muda ini kalau mau perubahan jangan antipati terhadap politik," ujarnya.

"Bukan berarti saya bicara seperti ini mengajak adik-adik semua untuk masuk ke politik, tidak, tapi saya mau menyampaikan bahwa jika adik-adik antipati terhadap politik imbasnya akan dirasakan sendiri," tambahnya.

Baca juga: Satu Unit Rumah di Pontianak Barat Terbakar, Warga Sempat Siram Dengan Alat Seadanya

Menurut Suib, politik sangat menentukan arah pembangunan di suatu wilayah.

Dan hari ini, jumlah pemuda di Indonesia sudah sangat mendominasi, sehingga diharapkan anak muda dapat memberikan kontribusinya terhadap pembangunan bangsa.

"Sirkulasi dunia perpolitikan itu menentukan arah pembangunan kita ke depannya," ucapnya.

"Artinya ke depan anak muda lah yang menentukan bagaimana pembangunan kita," sambungnya.

Suib menilai Pilkada Serentak 2024 sebagai momentum penting untuk para pemuda menentukan arah pembangunan Kalbar.

Oleh karenanya ia meminta para anak muda dapat memilih pemimpin yang tepat, pemimpin yang berpihak dan mengutamakan kepentingan masyarakat.

"Pemuda harus ambil peran untuk menentukan pemimpin mereka," tuturnya.

Sedangkan dalam menghadapi Indonesia Emas 2045, lanjut Suib, tingginya tingkat pengangguran di Indonesia mejadi tantangan tersendiri bagi para pemuda.

Ia meminta kepada para pemuda untuk terus mendorong diri dan menempa kompetensi agar mampu bersaing di dunia kerja.

Selain itu, pemerintah juga diminta untuk menyediakan pendidikan baik formal maupun non formal yang berkualitas dan merata.

"Makanya Gen Z itu harus diperhatikan, selama Gen Z tidak diperhatikan saya pesimis terjadi perubahan," tandasnya. (*)

Informasi Terkini Tribun Pontianak Kunjungi Saluran WhatsApp

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini disini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved