Pilkada 2024
Pengamat Politik Kalbar Minta Para Calon Peserta Pilkada 2024 Cerdaskan Pemilih
Oleh karenanya masyarakat harus menggunakan hak pilih karena kesadaran untuk memilih pemimpin di daerah yang dianggap amanah.
Penulis: Muhammad Firdaus | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengamat Politik Kalimantan Barat, Umi Rifdiawaty menegaskan semua calon yang akan maju dalam Pilkada 2024 diharapkan memiliki komitmen untuk mengikuti proses pemilihan secara bermartabat.
Artinya, kata Umi, bahwa proses pemenangan harus dilakukan dengan cara-cara yang edukatif atau mencerdaskan pemilih.
Rakyat pemilih harus di bawa ke dalam situasi di mana mereka memilih karena para calon tersebut memang memiliki visi dan misi yang diketahui oleh masyarakat adalah realistis sehingga bisa diwujudkan jika mereka kelak menjabat sebagai pasangan kepala daerah.
"Dengan demikian, para calon harus menyapa langsung masyarakat pemilih dan memberikan penjelasan serta pemahaman tentang visi dan misi mereka jika terpilih," ujarnya kepada Tribun Pontianak, Senin 3 Juni 2024.
"Para calon harus memiliki komitmen untuk tidak melakukan kecurangan dalam hal ini melakukan politik uang karena tindakan politik uang ini sama sekali tidak menguntungkan bagi siapapun, baik bagi para calon sebagai peserta maupun bagi rakyat sebagai pemilih," imbuhnya.
Baca juga: Yohanes Ontot Terima Surat Tugas Dari PDI Perjuangan Untuk Maju Pilkada Sanggau
Terkait nama-nama calon yang saat ini sudah muncul, jika mereka adalah nama-nama yang pernah menjabat maka masyarakat dapat menilai rekam jejaknya selama menjabat, apakah telah melaksanakan tugasnya dengan baik atau tidak baik.
"Apakah selama menjabat mereka memiliki komitmen untuk melakukan kerja-kerja yang berpihak pada kesejahteraan rakyatnya, dan banyak lagi yang bisa dinilai, jika mereka bekerja dengan baik maka seharusnya dipilih kembali," ucapnya.
"Demikian juga sebaliknya jika selama menjabat mereka tidak melakukan kerja kerja untuk kesejahteraan rakyat maka tentu yang seperti ini tidak pantas untuk dipilih kembali," tambahnya.
Demikian juga dengan nama-nama calon yang belum punya rekam jejak di pemerintahan tentu tetap bisa ditelusuri tentang latar belakang calon tersebut.
Latar belakang pasangan calon harusnya menjadi pertimbangan bagi pemilih untuk menentukan pemimpin pilihannya.
"Karena ini menyangkut pemimpin di daerah, kami menyarankan agar parpol mencalonkan kader-kadernya yang berkualitas dan berintegritas dan rakyat yang memilih calonnya dengan mengetahui visi misi dari paslon tersebut," katanya.
Oleh karenanya masyarakat harus menggunakan hak pilih karena kesadaran untuk memilih pemimpin di daerah yang dianggap amanah.
"Bukan memilih karena dapat 'sesuatu' baik uang ataupun barang yang nanti kedepan tidak memberikan manfaat bagi daerah itu sendiri," tandasnya. (*)
Informasi Terkini Tribun Pontianak Kunjungi Saluran WhatsApp
Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini disini
Jadwal Pelantikan Kepala Daerah Hasil Pilkada Serentak 2024, Resmi Batal di 7 Februari 2025 |
![]() |
---|
LINK Resmi Pengumuman Hasil Pilkada 2024 untuk Semua Provinsi se-Indonesia, Cek Disini! |
![]() |
---|
HASIL Lengkap Rekapitulasi Suara Pilkada Semarang 2024, Selisih Tipis Antar Agustina vs Yoyok |
![]() |
---|
HASIL Lengkap Rekapitulasi Suara Pilkada Yogyakarta 2024, Apakah Paslon Hasto-Wawan Menang? |
![]() |
---|
HASIL Rekapitulasi Suara Pilkada Palu 2024, Dominasi Petahana Hadianto Rasyid Dikalahkan? |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.