Pilu, Yusnira Warga Ketapang, Setahun Dengan Kondisi Kaki Luka Akibat Diabetes dan Tak Mampu Berobat

"Cerai sejak saya sakit. Anak saya putus sekolah pas mau naik kelas 3 SD karena belum bayar apa gitu saya lupa," ujarnya.

|
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/NUR IMAM SATRIA
Kondisi Yusnira saat dijumpai di rumahnya. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Yusnira (49) mantan security di salah satu perusahaan di Ketapang, kini terbaring kesakitan dan tak mampu berdiri dari kasurnya yang terhampar di area dapur rumah nya di Kelurahan Mulia Baru, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Tak hanya sakit, kaki pak Yok biasa ia disapa, sudah tampak parah dengan keadaan membengkak dan menghitam akibat penyakit diabetes yang ia derita sejak setahun terakhir.

Jika dilihat dari dekat, di area telapak kaki pak Yok penuh luka dan berlubang. Ia mengaku tak pernah diobati dengan pengobatan yang layak.

"Saya obati cuma pakai daun insulin. Sudah bau busuk," kata pak Yok.

Dengan kondisi pak Yok yang sekarang, ia pun tak dapat mencari nafkah buat keluarganya.

Istrinya, pergi meninggalkan dirinya dan anak laki-laki nya yang kini berusia 9 tahun.

Bahkan, anaknya itu sudah putus sekolah sejak pandemi Covid-19 lalu.

"Cerai sejak saya sakit. Anak saya putus sekolah pas mau naik kelas 3 SD karena belum bayar apa gitu saya lupa," ujarnya.

Bahas Pelaksanaan Kinerja, Polres Ketapang Gelar Analisa dan Evaluasi Kinerja Bulan Mei 2024

Di rumah nya yang berlantaikan papan, selain sama anaknya, pak Yok tinggal bersama ibu nya yang berusia 80 tahun.

Kondisinya pun tak lebih baik dari dirinya.

Ibu pak Yok sudah lama sakit dan hanya bisa terbaring di kasur dan sulit untuk mengenal orang.

Untuk kebutuhan sehari-hari, ia berharap belas kasih dari kerabat dan tetangga sekitar rumah.

"Bantuan ada PKH, tapi itu untuk ibu saya. Biasa kakak saya dan tetangga yang mengantarkan makan sehari-hari," ungkapnya.

Dengan suara yang merintih menahan kesakitan, pak Yok berharap bisa mendapat pengobatan yang layak agar bisa berobat ke rumah sakit.

Namun, faktor biaya yang membuat hal itu tak bisa terjadi.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved