Terancam Punah, Ketua APPS Imbau Owner Arwana Kantongi Izin Penangkaran

"Kami mengimbau kawan-kawan yang belum berizin untuk segera mendapatkan izin, karena statusnya ikan ini merupakan satwa yang dilindungi dan masih tera

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FERLIANUS TEDI YAHYA
Ketua UMUM Asosiasi Penangkaran dan Perdagangan Siluk (APPS), Eri Hikmatul Basyir diwawancarai usai kontestasi ikan arwana yang berlangsung di Convention Centre Pontianak, pada Sabtu 25 Mei 2024. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kota Pontianak, Kalimantan Barat menjadi tuan rumah dalam kontestasi ikan arwana skala Internasional yang berlangsung di Pontianak Convention Centre (PCC), pada Sabtu 25 Mei 2024.

Ajang ini diikuti sebanyak 194 peserta mulai dari negara Indonesia hingga negara luar, dengan berbagai kategori seperti Xs (30 cm), S (31-40 cm), M (41-45 cm), L (46-50 cm), XL (51 cm Up), Unique (all size), Short Body (all size), dan King (all size).

Ketua UMUM Asosiasi Penangkaran dan Perdagangan Siluk (APPS), Eri Hikmatul Basyir mengungkapkan, berlangsungnya kegiatan ini bertujuan sebagai ajang promosi pasaran ikan arwana agar lebih luas lagi.

Melalui ajang ini, Eri juga mengimbau kepada para owner untuk segera mengantongi izin penangkaran, lantaran ikan yang merupakan hewan endemik asal Kalbar ini tetap terjaga kelestariannya.

"Kami mengimbau kawan-kawan yang belum berizin untuk segera mendapatkan izin, karena statusnya ikan ini merupakan satwa yang dilindungi dan masih terancam punah (appendix 1)," katanya.

Tangis Haru Keluarga Iringi Keberangkatan Jemaah Calon Haji Sambas

Dijelaskannya lagi, walaupun sudah banyak penangkarannya di Kalbar bahkan Indonesia namun ikan arwana ini masih berstatus appendix 1 atau masih terancam punah.

"Jadi harapannya untuk kawan-kawan segera mengurus izin dan jika belum tau bagaimana cara pengurusannya, inilah fungsi asosiasi kita untuk menyuarakannya untuk menjadi rumah pertanyaan kawan-kawan semua," ungkapnya.

Selain itu, Asosiasi Penangkaran dan Perdagangan Siluk (APPS) ini juga bertujuan untuk menjadi rumah, wadah, keluh kesah juga masukan dari para penangkar arwana yang berizin.

"Sejauh ini anggota kita perusahaan semua dan sudah berizin," jelasnya.

Di sisi lain, Eri juga mengklaim ikan arwana sendiri telah menjadi salah satu maskot ikan hias air tawar Indonesia berdasarkan keputusan menteri.

"Jadi sudah selayaknya bukan hanya Kalbar saja tapi juga seluruh Indonesia bisa membanggakan ikan ini dan kebetulan kita tuan rumahnya Kalbar," pungkasnya. (*)

Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW DI SINI

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved