Petani Harap Bantuan Excavator Mini untuk Buka Lahan Pertanian Lebih Luas
Meski Poktan yang ia pimpin termasuk masih cukup muda usianya, tetapi sejauh ini sudah ada beberapa anggota yang bisa bentuk lahan pertanian sendiri.
Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Kelompok Tani (Poktan) Terpadu yang berada di Dusun Tebedak, Desa Tebedak, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak melaksanakan panen jagung dan labu air pada Selasa 7 Mei 2024.
Panen jagung dan labu air oleh Poktan Terpadu ini dilaksanakan setelah lahan yang mereka kelola berhasil, dimana berkat dukungan dari Pemerintah Desa Tebedak serta Petani Pendamping Kabupaten Landak.
"Kalau lahan yang tersedia ini ada sekitar 6 hektar. Tapi hari ini kami panen setengah hektar, ada jagung dan labu air," ujar Ketua Poktan Terpadu Sugranus (51) kepada wartawan di lokasi lahan pertaniannya.
Dijelaskan dia, hasil kebun dari Poktan yang mereka kelola ini setelah panen dijual ke pasar Ngabang.
"Poktan kami ini dibentuk sekitar 3 tahun yang lalu. Bantuan yang sudah kami terima dari pemerintah ada kaltivator (bajak tanah) dan jalan rabat beton," katanya.
Meski Poktan yang ia pimpin termasuk masih cukup muda usianya, tetapi sejauh ini sudah ada beberapa anggota yang bisa bentuk lahan pertanian sendiri.
• Polres Landak Gelar Press Release dan Pemusnahan Barang Bukti Operasi Pekat Kapuas 2024
"Harapan kami ke pemerintah bisa bantu lagi, semisal exsa mini. Biar bisa buka lahan lebih luas, bisa buat bedengan. Kalau pupuk sudah ada di RDKK," tuturnya.
Disampaikan Sugranus lagi, kali ini labu air yang akan dipanen sebanyak 5 ton dari 500 batang yang tersedia. Sedangkan Jagung ada 4.000 batang.
"Kebun kami ini juga menjadi contoh untuk masyarakat lain, demi menjaga ketahanan pangan," jelas.
Sementara itu Petani Penggerak Kabupaten Landak Loren yang melakukan pendampingan ke Poktan Terpadu mengaku bangga atas keberhasilan mereka sehingga bisa melaksanakan panen jagung dan labu air dengan maksimal.
"Selama ini untuk di Kabupaten Landak, kalau kesulitan kita itu berkaitan dengan pola pikir untuk budidaya. Artinya begini, kami ingin punya identitas, misalnya si A petani tomat, si B petani timun, jadi satu orang itu fokus ke satu jenis," ungkapnya.
Selama ini kata Loren, petani kita belum ada yang benar-benar mau fokus ke tanaman satu jenis.
"Misalkan saja ada 20 orang, dan mereka masing-masing ada identitas, tentu kebutuhan permintaan pasar kita terpenuhi, tidak perlu didatangkan lagi dari luar," jelasnya.
Loren menerangkan, sudah ada 4 lokasi yang ia dampinggi dan petaninya berhasil. Yakni di Desa Pawis, Jelimpo, Engkadu, dan Tebedak.
"Jadi untuk kita di Landak ini, kebutuhan jagung masih kurang, untuk di Ngabang saja bisa 2 ton (2 mobil pickup) permalam bahkan lebih. Karena biasa masuk 3-4 mobil saja habis. Harapan kami ke depan, ada petani jagung yang benar-benar fokus," harap Loren.
| Ketua Pertina Kalbar Kunjungi Sejumlah Sasana di Singkawang, Bengkayang dan Landak |
|
|---|
| Perampok Sadis di Sambas yang Bawa Kabur Rp 43 Juta tak Berkutik Diciduk Polisi |
|
|---|
| Miris Angka Putus Sekolah di Kalbar Tembus 116.000 orang, Ketapang Tertinggi |
|
|---|
| Seorang Pria Rampok Uang 43 Juta Rupiah Dibekuk Polisi di Sambas |
|
|---|
| BPBD Sambas Segera Perpanjang Status Siaga Darurat Karhutla |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Kades-Tebedak-Henderianus-Hadi-tengah-bersa34r.jpg)