Banjir Landa Badau Perbatasan Indonesia-Malaysia
Apakah kondisi banjir di Badau membutuhkan waktu yang lama, Verro menyampaikan, kalau melihat dari pengalaman yang sudah-sudah banjir tidak lama, asal
Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Saat ini sejumlah titik di wilayah Kecamatan Badau (Perbatasan Indonesia-Malaysia), sedang dilanda banjir, akibat curah hujan yang tinggi, sehingga debet air sungai Badau meninggi akhirnya merendam ruas jalan.
Seorang Warga Badau, Verro menyampaikan, banjir mulai terjadi tadi malam sekitar pukul 12 malam, dimana air banjir sudah mulai naik.
"Kalau tempat aku banjir tidak kuat, namun ada beberapa titik yang banjir kuat," ujarnya kepada Tribun Pontianak, Kamis 25 April 2024.
Verro menjelaskan bahwa, curah hujan di wilayah Badau tidak terlalu lebat, cuma sudah sekitar dua hari ini hujan awet.
"Mungkin itu buat air banjir, dimana debet air sungai Badau meninggi," ucapnya.
Apakah kondisi banjir di Badau membutuhkan waktu yang lama, Verro menyampaikan, kalau melihat dari pengalaman yang sudah-sudah banjir tidak lama, asalkan tidak terjadi hujan lebat lagi.
• Daniel Sebut Sejumlah Wilayah di Kalbar Terdampak Bencana Banjir dan Longsor
"Tapi asalkan tidak hujan lagi, dan biasanya malam atau pagi banjir, dan sore sudah mulai surut, asalkan tidak terjadi hujan lebat lagi, karena kalau hujan terus, membuat debet air sungai Badau tinggi, maka akan banjir merendam ruas jalan," ungkapnya.
Kepala BPBD Kabupaten Kapuas Hulu, Gunawan menyampaikan, banjir di wilayah Kecamatan Badau, akibat dari debet air sungai Badau meninggi, karena curah hujan disana terus terjadi.
"Pastinya tim penanganan bencana banjir sudah berada di lokasi, dan kita masih menunggu data dan sebagainya, untuk melihat dampak dari banjir di sana seperti apa," ujarnya kepada Tribun.
Menurut Gunawan, biasanya banjir di Badau tidak terlalu memakan waktu yang lama, biasanya malam atau pagi banjir, sorenya sudah mulai berangsur surut.
"Asalkan curah hujan reda atau tak terjadi, sehingga debet air sungai Badau tidak meninggi," ucapnya.
Gunawan juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kapuas Hulu, agar tetap waspada terhadap bencana alam seperti banjir dan tanah longsor, dimana cuaca hujan di wilayah Kapuas Hulu masih saja terjadi.
"Terpenting lagi adalah, apabila terjadi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor, segera melaporkan ke pihak terkait seperti, camat, kepolisian, TNI, dan hingga ke kabupaten," ungkapnya. (*)
Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW DI SINI
Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini
| Buka Sosialisasi Penyaluran Dana Hibah, Bupati Ingatkan Agar Gunakan Dana Hibah Sesuai Aturan |
|
|---|
| Akademisi UPGRI Pontianak Ingatkan Risiko dan Peluang Kebijakan Kuliah Jarak Jauh Mahasiswa |
|
|---|
| Sekda Ingatkan Insiden Lama, DLH Sintang Perkuat Pengelolaan Sampah |
|
|---|
| Pelaku UMKM di Pontianak Keluhkan Lonjakan Harga Bahan Baku |
|
|---|
| Pastikan Listrik Desa Menjangkau Warga, Franciscus Sibarani Gandengn PLN Kalbar di Desa Manggang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Kondisi-banjir-di-Badau-Kamis-25-April-2024435tred.jpg)