Piala Thomas dan Uber 2024

Sosok Legenda Dibalik Piala Thomas dan Piala Uber! Siapa Pembuat Piala Thomas dan Piala Uber?

Piala Thomas dengan tingg 71cm dibuat oleh Atkin Bros dari London, piala berwarna perak ini terdiri dari sebuah cangkir di atas alas, dengan sosok....

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Marlen Sitinjak
bwfbadminton
Sosok Legenda Dibalik Piala Thomas dan Piala Uber dan Perancang Piala Thomas dan Piala Uber. BWF Final Piala Thomas & Uber 2024, berlangsung di China, Sabtu 27 April - Minggu 5 Mei 2024. 

Pada edisi berikutnya (1984), dua perubahan signifikan terjadi: Piala Thomas akan diadakan bersamaan dengan Piala Uber setiap dua tahun, bukan tiga tahun, dan hasil imbang akan diperebutkan dalam lima pertandingan, bukan sembilan pertandingan.

Perubahan lebih lanjut pada format kualifikasi akan dilakukan pada edisi berikutnya.

Secara keseluruhan, Indonesia memimpin perolehan gelar dengan 15 gelar; Tiongkok berada di urutan kedua dengan 10 gelar.

Tiongkok, pemenang lima gelar berturut-turut dari tahun 2004 hingga 2012, menderita kekalahan mengejutkan di semifinal pada edisi 2014 dari Jepang, yang kemudian meraih gelar pertama mereka dengan mengalahkan Malaysia di final yang menarik di New Delhi.

Giliran Denmark yang menciptakan sejarah pada tahun 2016 dengan menjadi negara non-Asia pertama yang menjuarai Piala Thomas, yang mana mereka berhasil mengalahkan Indonesia di final di Kunshan.

Edisi 2018 menyaksikan Tiongkok sekali lagi merebut gelar juara, mengalahkan Jepang 3-1 di final di Bangkok.

Edisi 2020 diadakan pada bulan Oktober 2021 karena musim 2020 terganggu akibat pandemi COVID-19. Indonesia memecahkan kekeringan selama 19 tahun dengan mengalahkan China 3-0 di final.

HASIL DRAWING Badminton Piala Thomas & Uber Cup 2024 Lengkap Jadwal! Tim Indonesia Huni Grup Sulit

Sejarah Piala Uber

Kejuaraan Beregu Wanita Dunia atau Piala Uber diusulkan pada tahun 1950 oleh pemain hebat Inggris sebelum Perang, Betty Uber (didukung oleh Nancy Fleming dari Selandia Baru), dan akhirnya terwujud pada tahun 1956-57.

Trofi setinggi 45,7 cm tersebut, yang disumbangkan dan dirancang oleh Betty Uber, terdiri dari seorang pemain wanita di atas bola dunia yang dapat diputar, dipasang di atas alas, dan dibuat oleh perajin perak asal London, Mappin dan Webb.

Format pada tahun-tahun awalnya terdiri dari tiga tunggal dan empat ganda; mulai tahun 1984 dan seterusnya, jumlah pertandingan per pertandingan dikurangi menjadi tiga tunggal dan dua ganda, mirip dengan Piala Thomas.

Meski terdapat kesamaan antara kedua kejuaraan tersebut, namun terdapat perbedaan pada pola awal dominasinya.

Amerika Serikat, yang dipimpin oleh para pendukungnya seperti Judy dan Sue Devlin serta Margaret Varner, meraih hat-trick gelar dalam tiga edisi pertama mulai tahun 1956-57.

Keseimbangan kekuatan kemudian bergeser ke Asia, dengan kemenangan 5-2 bagi Jepang di final pertandingan final yang menawan melawan Amerika Serikat pada tahun 1966.

Jepang kemudian memenangkan empat dari lima edisi berikutnya; satu-satunya penyelundup adalah Indonesia (1974-75).

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved