Ramadhan Kareem

Ngabuburit Unik Ala Warga Pontianak Timur, Nunggu Buka Sambil Sulut Meriam Karbit Raksasa

Permainan meriam karbit dilakukan sejak menyambut bulan Ramadhan, setiap hari menjelang buka puasa, setelah Sholat Teraweh, hingga Idul Fitri.

Penulis: Ferryanto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ferryanto
warga jalan Panglima A Rani, Kelurahan Tembelan sampit, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak saat menyulut meriam karbit raksasa, senin 1 april 2024. Tribun Pontianak Ferryanto 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ngabuburit merupakan aktivitas warga Indonesia untuk menunggu waktu berbuka puasa.

Ngabuburit biasanya dilakukan dengan jalan - jalan, atau berkeliling kota, namun berbeda dengan yang di lakukan oleh warga jalan Panglima A Rani, Kelurahan Tembelan sampit, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak.

Disini, warga menunggu waktu berbuka puasa dengan menyulut meriam karbit raksasa yang memiliki suara sangat keras.

Sejumlah meriam karbit berukuran besar dengan diameter sekira 50 Cm dan panjang 6 meter di sulut dengan obor.

Suara dari meriam karbit raksasa itupun sangat keras hingga terdengar ke seluruh penjuru Kota Pontianak.

Baca juga: Berikut Aturan Operasional Usaha Rekreasi, Hiburan hingga Permainan Meriam Karbit di Pontianak

Meriam karbit sendiri telah menjadi budaya khas Kota Pontianak setiap bulan suci Ramadhan yang dimainkan hingga Idul fitri.

Syarif Hasanuddin, ketua kelompok Meriam Karbit Panglima mengatakan permainan meriam karbit di tepian sungai Kapuas sudah menjadi tradisi masyarakat sekitar sejak masa kejayaan Kesultanan Pontianak.

Permainan meriam karbit dilakukan sejak menyambut bulan Ramadhan, setiap hari menjelang buka puasa, setelah Sholat Teraweh, hingga Idul Fitri.

"Kita disini memainkan dari awal Ramadhan, saat menjelang magrib berbuka puasa, hingga malam takbiran Idul fitri yang menandakan berakhirnya bulan Ramadhan," tuturnya, senin 1 april 2024.

Untuk menyulut satu meriam karbit agar bisa mengeluarkan suara keras, ia mengatakan membutuhkan sekira 0,5 Kg karbit.

Dalam prosesnya, karbit yang telah dihancurkan dalam bentuk kecil dimasukkan ke dalam meriam, lalu lubang meriam di tutup dengan menggunakan kertas koran.

Setelah 8 menit, meriam lalu di sulut dengan obor.

Sensasi menyulut meriam sendiri sangat mendebarkan.

Getaran meriam karbit raksasa saat di sulut begitu kuat hingga mampu membuat seluruh tubuh bergetar. (*)

Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW DI SINI

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved