Pilkada 2024

Presiden Mahasiswa Untan Tegaskan Pilkada 2024 Harus Hidupkan Demokrasi di Kalbar

“Saya berharap Pilkada 2024 ini berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan konstitusi/peraturan yang ada, serta sangat berharap hadirnya diskusi, dia

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FILE
Presiden Mahasiswa Universitas Tanjungpura (Untan), Radlial Anwar. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Presiden Mahasiswa Universitas Tanjungpura (Untan), Radlial Anwar dengan tegas menyatakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 mendatang harus menjadi momentum penting dalam menghidupkan demokrasi di Kalimantan Barat (Kalbar).

Menurut mahasiswa yang akrab dipanggil Anwar, Pemilu 2024 kemarin telah berlalu dengan drama-drama kotor yang harus dijadikan pelajaran penting untuk kritis dan peduli terhadap integritas kontestasi demokrasi setiap lima tahun sekali.

Anwar menekankan bahwa meskipun pemilu telah berakhir, kita tidak boleh lengah.

Pilkada 2024 harus diawasi dan diikuti secara seksama, khususnya di Kalbar.

Ia berharap agar proses Pilkada 2024 berlangsung sesuai konstitusi dan peraturan yang ada, dengan diiringi oleh diskusi, dialog, dan pemahaman mendalam terhadap visi-misi dari setiap calon kepala daerah.

Mayawana Persada Serahkan Bantuan 4 Kubah untuk Pembangunan Masjid Al Annas di Simpang Dua

“Saya berharap Pilkada 2024 ini berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan konstitusi/peraturan yang ada, serta sangat berharap hadirnya diskusi, dialog dan bedah visi-misi calon kepala daerah nantinya, agar demokrasi hari ini di Indonesia khususnya Kalbar bisa menyala dan Masyarakat dapat menentukan pilihannya dengan baik sesuai kapasitas dan kapabilitas dari setiap calon” ujar Anwar, Minggu 17 Maret 2024.

Sebagai Presiden Mahasiswa UNTAN, Anwar juga mengajak semua elemen masyarakat, terutama pemuda dan mahasiswa di seluruh daerah yang mengalami pergantian kepala daerah untuk aktif berpartisipasi dalam menghidupkan ruang-ruang demokrasi publik.

Baginya, tujuan utama pilkada adalah memilih pemimpin yang dapat mendengarkan suara rakyat, serta memiliki gagasan dan visi-misi yang jelas dalam memimpin daerah.

"Dengan demikian, partisipasi aktif dalam pilkada tidak hanya tentang memilih pemimpin, tetapi juga tentang memastikan bahwa demokrasi benar-benar hidup dan berfungsi dengan baik, di mana suara rakyat didengar dan dihargai dalam setiap proses pengambilan keputusan," tandasnya. (*)

Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW DI SINI

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved