Khazanah Islam

Apakah Puasa Qada Ramadan Harus Berurutan? Berikut Niat Puasa Qada Ramadan Senin-Kamis

Qada puasa Ramadan adalah puasa yang dilakukan untuk mengganti puasa yang seharusnya dilaksanakan pada bulan Ramadan

|
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ENDRO
Inilah panduan bacaan Doa Niat Puasa Qadha ganti utang Puasa Ramadhan tahun lalu. Selengkapnya di artikel ini, Minggu 18 Februari 2024 . 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Puasa qada Ramadan hukumnya wajib dikerjakan sejumlah hari yang ditinggalkan.

Ketentuan ini sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 184, yang artinya sebagai berikut.

Menurut kalender Kementerian Agama (Kemenag), 1 Ramadan 1445 hijriah jatuh pada Selasa, 12 Maret 2024.

Tahun 2024, puasa Ramadan 2024 tinggal menghitung hari, umat Islam yang masih memiliki utang puasa, wajib melakukan qada puasa Ramadan.

Sementara itu, menurut PP Muhammadiyah, awal puasa Ramadan 1445 hijriah jatuh pada Senin, 11 Maret 2024.

Qada puasa Ramadan adalah puasa yang dilakukan untuk mengganti puasa yang seharusnya dilaksanakan pada bulan Ramadan namun tidak dapat dilakukan karena uzur tertentu.

“Beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

Puasa Tinggal Berapa Hari Lagi 2024? Kapan Malam Nisfu Syaban 1445 H? Cek Kalender Hijriah Terbaru

Dalam membayar utang puasa, bisa dilakukan kapan saja termasuk pada hari Senin dan Kamis.

Kendati demikian, meskipun dilakukan pada hari Senin-Kamis, namun niat yang dilafalkan haruslah puasa Qada.

Niat Puasa Qada Ramadan

Berikut niat bayar utang puasa Ramadan dalam bahasa Arab, latin dan artinya.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah swt.

Ketentuan Ganti Puasa Ramadan atau Membayar Fidyah

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved